GEREJA KATOLIK ENSIKLOPEDI

Litani - Devosi

LITANI - DEVOSI

KEPADA PARA KUDUS


Disebut juga Litani Agung (Latin: Litania Sanctorum) adalah sebuah Doa Kudus dalam Gereja Katolik Roma, Ritus Barat Gereja Ortodoks, Gereja Lutheran dan sejumlah Gereja Anglikan. Doa ini merupakan doa kepada Allah Tritunggal Maha Kudus dan Doa Perantaraan kepada Santa Perawan Maria, Para Malaikat, Semua Martir dan Orang Kudus yang telah mendirikan agama Kristen. Doa ini paling sering dinyanyikan pada saat malam Paskah pada awal Sakramen Inisiasi bagi mereka yang akan masuk ke dalam Gereja malam itu, dalam Perayaan lain dari Sakramen Baptisan (yang pertama dari Sakramen-Sakramen Inisiasi) dan dalam Liturgi untuk Pentahbisan. Nama Para Santo dan Santa yang akan disebut Namanya, muncul dalam Martirologi Gereja. Hal yang terlarang adalah untuk menyebut nama-nama tokoh yang belum dimasukkan ke dalam daftar tokoh yang telah di-Kanonisasi atau di-Beatifikasi Gereja (meskipun dalam praktiknya, banyak nama palsu yang menyimpang dari rubrik ini kadang-kadang dinyanyikan dan satu versi yang dipublikasikan, terkenal termasuk Origenes, seorang teolog Gereja yang tidak memenuhi syarat untuk pemujaan publik). Urutan penyebutan dalam Litani Orang Kudus adalah sebagai berikut:

Santa Perawan Maria
Malaikat
Leluhur dan Para Nabi, dimulai Santo Yohanes Pembaptis

dan selalu diakhiri Santo Yosef
Rasul dan Murid
Martir
Uskup dan Dokter Gereja
Imam

dan Religius Awam

Dalam versi bahasa Latin dari Litani ini, nama dari satu atau lebih Orang Kudus dinyanyikan oleh Koor atau Paduan Suara dan umat menjawab, baik Ora pro nobis (jika ditujukan kepada satu Orang Suci) ataupun Orate pro nobis bentuk jamak dari kata kerja tersebut (jika ditujukan kepada lebih dari satu Orang Suci). Kedua tanggapan diterjemahkan menjadi "Doakanlah kami." Namun, dibolehkan untuk mempersonalisasi Litani Orang Kudus untuk Upacara Pemakaman atau Misa lain untuk orang yang telah meninggal. Hal ini terkenal dilakukan pada Upacara Pemakaman Paus Yohanes Paulus II, tanggapan umat adalah, Ora[te] pro eo, atau "Doakanlah (berdoalah untuk) dia."

TEKS DOA

LITANI ORANG KUDUS


Kristus, kasihanilah kami
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, dengarkanlah kami.
Kristus, dengarkanlah kami (dengan penuh kemurahan)
Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.
Allah Putra Penebus dunia, kasihanilah kami.
Allah Roh Kudus, kasihanilah kami.
Allah Tritunggal Kudus Tuhan Yang Maha Esa, kasihanilah kami.
Santa Maria (Bunda Allah), doakanlah kami.
Bunda Kudus Allah, doakanlah kami.
Santa Perawan termulia, doakanlah kami.
Santo Mikhael, doakanlah kami.
Santo Gabriel, doakanlah kami.
Santo Rafael, doakanlah kami.
Para Malaikat Allah, doakanlah kami.
Semua Orang Suci yang diberkati, doakanlah kami.
Santo Yohanes Pembaptis, doakanlah kami.
Santo Yusuf, doakanlah kami.
Para Bapa bangsa dan Para Nabi, doakanlah kami.
Santo Petrus, doakanlah kami.
Santo Paulus, doakanlah kami.
Santo Andreas, doakanlah kami.
Santo Yakobus, doakanlah kami.
Santo Yohanes, doakanlah kami.
Santo Tomas, doakanlah kami.
Santo Yakobus, doakanlah kami.
Santo Filipus, doakanlah kami.
Santo Bartolomeus, doakanlah kami.
Santo Matius, doakanlah kami.
Santo Simon, doakanlah kami.
Santo Yudas, doakanlah kami.
Santo Matias, doakanlah kami.
Santo Barnabas, doakanlah kami.
Santo Lukas, doakanlah kami.
Santo Markus, doakanlah kami.
Segenap Rasul Kudus dan Penginjil, doakanlah kami.
Semua murid Tuhan, doakanlah kami.
Semua orang yang tak bersalah, doakanlah kami.
Santo Stefanus, doakanlah kami.
Santo Laurensius, doakanlah kami.
Santo Vinsensius, doakanlah kami.
Santo Fabianus dan Santo Sebastianus, doakanlah kami.
Santo Yohanes dan Paulus, doakanlah kami.
Santo Kosmas dan Santo Damianus, doakanlah kami.
Santo Gervasius dan Protasius, doakanlah kami.
Segenap Para Martir, doakanlah kami.
Santo Silvester, doakanlah kami.
Santo Gregorius, doakanlah kami.
Santo Ambrosius, doakanlah kami.
Santo Agustinus, doakanlah kami.
Hieronimus, doakanlah kami.
Santo Martinus, doakanlah kami.
Santo Nikolas, doakanlah kami.
Semua Uskup dan Bapa Pengakuan Suci, doakanlah kami.
Semua Doktor, doakanlah kami.
Santo Antonius, doakanlah kami.
Santo Benediktus, doakanlah kami.
Santo Bernardus, doakanlah kami.
Santo Dominikus, doakanlah kami.
Santo Fransiskus, doakanlah kami.
Semua Imam Kudus dan orang Lewi, doakanlah kami.
Semua Biarawan dan Pertapa Suci, doakanlah kami.
Santa Maria Magdalena, doakanlah kami.
Santa Agatha, doakanlah kami.
Santo Lusia, doakanlah kami.
Santa Agnes, doakanlah kami.
Santa Sesilia, doakanlah kami.
Santa Katarina, doakanlah kami.
Santa Anastasia, doakanlah kami.
Semua Perawan dan Janda Suci, doakanlah kami.
Allah Semua Kudus, Adil dan terpilih Semua Orang Kudus Allah, ampunilah kami.
Ampuni kami, ya Tuhan ampunilah kami.
Dengarkanlah kami, Ya Tuhan
Dari segala kejahatan, bebaskanlah umatMu.
Dari segala dosa, bebaskanlah umatMu.
Dari bahaya, bebaskanlah umatMu.
Dari kematian mendadak dan tak terduga, bebaskanlah umatMu.
Dari perangkap setan, bebaskanlah umatMu.
Dari kemarahan, kebencian dan niat jahat, bebaskanlah umatMu.
Dari semangat perzinahan, bebaskanlah umatMu.
Dari petir dan badai, bebaskanlah umatMu.
Dari bencana gempa bumi (kebakaran dan banjir), bebaskanlah umatMu.
Dari wabah, kelaparan dan perang, bebaskanlah umatMu.
Dari kematian kekal, bebaskanlah umatMu.
Karena misteri penjelmaan-Mu, bebaskanlah umatMu.

Setelah berdoa kepada Orang-Orang Kudus, Litani diakhiri dengan serangkaian doa kepada Allah untuk mendengar doa para pemohon.

DEVOSI KEPADA ORANG KUDUS


Kaplet Doa Malaikat Agung Mikhael
Novena kepada Orang Kudus
Novena St. Antonius dari Padua
Novena kepada St. Theresia Lisieux
Litani St. Yosef
Litani Malaikat Agung Mikhael
Litani segala Orang Kudus
Litani St. Montfort
Doa kepada St. Yosef
Doa kepada St. Alosius
Doa kepada St. Antonius
Doa kepada St. Agustinus
Doa kepada St. Don Bosco
Doa kepada St. Dominikus Savio
Doa kepada St. Fransiskus dari Asisi
Doa kepada St. Fransiskus Xaverius
Doa kepada St. Maria Goreti
Doa kepada St. Ignatius Loyola
Doa kepada St. Yohanes Pemandi
Doa kepada Rasul St. Yudas Tadeus
Doa kepada St. Monika
Doa kepada St. Nikolas
Doa kepada Rasul St. Paulus
Doa kepada St. Petrus
Doa kepada St. Pis X
Doa kepada St. Theresia Lisieux
Doa kepada Santo/Santa Pelindung

LITANI SANTA PERAWAN MARIA

DARI LORETO


Tuhan kasihanilah kami.
Kristus kasihanilah kami.
Tuhan kasihanilah kami.
Kristus dengarkanlah kami.
Kristus kabulkanlah doa kami.
Allah Bapa di Surga, Kasihanilah kami.
Allah Putera Penebus Dunia, Allah Roh Kudus.
Allah Tritunggal Kudus, Tuhan Yang Maha Esa, Kasihanilah kami.
Santa Maria, Doakanlah kami.
Santa Bunda Allah,
Santa Perawan Termulia,
Bunda Kristus,
Bunda Gereja,
Bunda Rahmat Ilahi,
Bunda Yang Tersuci,
Doakanlah kami.
Bunda Yang Termurni,
Bunda Yang Tetap Perawan,
Bunda Yang Tak Bercela,
Bunda Yang Patut Dikagumi,
Bunda Penasehat Yang Baik,
Bunda Pencipta,
Bunda Penebus,
Perawan Yang Amat Bijaksana,
Perawan Yang Harus Dihormati,
Perawan Yang Berkuasa,
Perawan Yang Murah Hati,
Perawan Yang Setia,
Cermin Kekudusan,
Tahta Kebijaksanaan,
Pohon Sukacita Kami,
Bejana Rohani,
Bejana Yang Patut Dihormati,
Bejana Kebaktian Yang Utama,
Bunga Mawar Yang Ajaib,
Benteng Daud,
Benteng Gading,
Rumah Kencana,
Tabut Perjanjian,
Pintu Surga,
Bintang Timur,
Keselamatan Orang Sakit,
Perlindungan Orang Berdosa,
Penghibur Orang Berdukacita,
Pertolongan Orang Kristen,
Ratu Para Malaikat,
Ratu Para Bapa Bangsa,
Ratu Para Nabi,
Ratu Para Rasul,
Ratu Para Saksi Iman,
Ratu Para Pengaku Iman,
Ratu Para Perawan,
Ratu Para Orang Kudus,
Ratu Yang Dikandung Tanpa Dosa,
Ratu Yang Diangkat Ke Surga,
Ratu Rosario Yang Amat Suci,
Ratu Keluarga,
Ratu Pencinta Damai,
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
sayangilah kami, ya Tuhan.
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
kasihanilah kami.

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, Alleluia.
supaya kami dapat menikmati janji Kristus, Alleluia.
Ya Allah, kami hambaMu berdoa kepadaMu, semoga oleh karena belas kasihMu, kami memperoleh keselamatan badan dan jiwa, serta karena doa Santa Perawan Maria, kami terhindar dari kesusahan dunia ini dan dapat merasakan kebahagiaan kekal di surga.
Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.


Gelar Bunda Maria


Santa Maria, Santa Bunda Allah, Santa Perawan Termulia, Santa Perawan Wahyu, Bunda Kristus, Bunda Gereja, Bunda Rahmat Ilahi, Bunda Yang Tersuci, Bunda Yang Termurni, Bunda Yang Tetap Perawan, Bunda Yang Tak Bercela, Bunda Yang Patut Dicintai, Bunda Yang Patut Dikagumi, Bunda Penasihat Yang Baik, Bunda Pencipta, Bunda Penebus, Bunda Segala Bangsa, Bunda Dukacita, Bunda Pengharapan Suci, Bunda Penolong Abadi, Bunda Segala Kemenangan, Perawan Yang Amat Bijaksana, Perawan Yang Harus Dihormati, Perawan Yang Harus Dipuji, Perawan Yang Berkuasa, Perawan Yang Murah Hati, Perawan Yang Setia, Cermin Kekudusan, Takhta Kebijaksanaan, Pohon Sukacita Kami, Bejana Rohani, Bejana Yang Patut Dihormati, Bejana Kebaktian Yang Utama, Bunga Mawar Yang Ajaib, Benteng Daud, Benteng Gading, Rumah Kencana, Tabut Perjanjian, Pintu Surga, Bintang Timur, Keselamatan Orang Sakit, Perlindungan Orang Berdosa, Penghibur Orang Berdukacita, Pertolongan Orang Kristen, Ratu Para Malaikat, Ratu Para Bapa Bangsa, Ratu Para Nabi, Ratu Para Rasul, Ratu Para Saksi Iman, Ratu Para Pengaku Iman, Ratu Para Perawan, Ratu Para Orang Kudus, Ratu Yang Dikandung Tanpa Dosa, Ratu Yang Diangkat ke Surga, Ratu Rosario Yang Amat Suci, Ratu Pencinta Damai, Santa Perawan Maria dari Guadalupe, Maria dari Lourdes, Maria dari Fatima, Maria dari Gunung Karmel, Hati Maria Yang Tidak Bernoda, Maria dari Medali Wasiat, Pengantara Segala Rakhmat, Ratu Konggregasi Pasionis, Bunda Penolong Abadi, Madam Medugorje, Putri Allah Bapa, Bunda Allah Putra, Mempelai Allah Roh Kudus, Misionaris Pertama, Tabernakel Pertama, Ratu Samudra Pasifik, Hawa Baru, Yang Dikandung Tanpa Noda Dosa, Maria Yang Dipersembahkan Kepada Allah, Ratu Pertolongan Abadi, Bintang Laut, Bunda Maria dari Luxemburg.
Gelar tersebut hanya sebagian dari 117 Gelar yang dimiliki oleh Bunda Maria. Gelar tersebut muncul dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Untuk mengetahui latar belakang dari pemberian Gelar tersebut, beberapa Gelar yang mungkin diketahui:

Pertolongan Umat Kristiani

Auxilum Christianorum


Dalam tahun 1815, seruan Pertolongan Orang Kristen ditambahkan dalam Litani Bunda Maria dari Loretto. Dalam tahun yang sama, Don (Giovanni) Bosco lahir di Turin, Italia. Dalam tahun 1844, Bunda Allah menampakkan diri kepada Don Bosco dan minta padanya supaya didirikan sebuah Gereja dengan nama Maria, Pertolongan Orang Kristen. Bunda berbicara dengannya secara tepat dan mendetail hingga pada konstruksi bangunannya. Kutipan dari buku “Dreams, Visions and Prophecies of Don Bosco“ : bagian tentang ‘Impian Tentang dua Tiang Utama’ ini ditulis pada 30 Mei 1862.
“beberapa menit yang lalu, saya bermimpi... saya melihat suatu samudra yang amat luas. Seluruhnya air yang ditutupi suatu formasi armada kapal-kapal dalam keadaan siap tempur..semua kapal dilengkapi persenjataan berat dengan meriam, bom pembakar, dan macam-macam persenjataan. Setumpuk buku dihadapkan pada sebuah kapal yang cukup megah lebih agung dari kapal lainnya. Ketika merapat, kapal-kapal itu langsung menghantam, menembakkan api dan menyerang habis-habisan. Kapal raksasa yang agung itu dikelilingi sebuah konvoi kapal kecil di tengah-tengah lautan yang tak berujung, nampak dua tiang besar yang amat kokoh, dalam jarak yang agak jauh, membumbung tinggi ke langit: yang satu menyangga sebuah patung Perawan Maria Yang Tak Bernoda, yang di bawah kakiNya terbaca huruf-huruf besar yang jelas: Pertolongan Orang Kristen; yang lainnya jauh lebih kokoh dan tinggi, menyangga sebuah Hosti dengan ukuran yang sesuai dan di bawahNya tertulis : Keselamatan Bagi Umat Beriman...”
Begitulah, gelar Maria, Pertolongan Umat Kristiani dihubungkan dengan Bunda dari semua kemenangan dan dengan Ratu Rosario Yang Amat Suci, suatu rangkaian 3 gelar yang menghubungkan Peristiwa yang sama dan Wanita yang sama. Berikut penjelasan gambar Maria Pertolongan Umat Kristiani: Jubah Maria berwarna merah, warna yang dikenakan oleh para perawan pada jaman Kristus. Mantel biru tua yang dikenakan Maria seperti para ibu di Palestina, melambangkan Maria adalah perawan dan ibu. Mahkota yang dipakaiNya dan Tongkat yang dipegang di Tangan KananNya melambangkan Kuasa yang dipegangNya dan Kemenangan-KemenanganNya. Ke Dua Belas Bintang di atas KepalaNya sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Wahyu.

SANTA PERAWAN MARIA BERDUKACITA

BUNDA DUKACITA

MATER DOLOROSA

RATU PARA MARTIR


Tanggal 15 September adalah Hari Santa Perawan Maria Berdukacita. Banyak sekali Penderitaan yang dialami Maria sepanjang HidupNya, bersama Yesus sampai di bawah kaki salib. Oleh karena itu, Gereja menamai Maria Mater Dolorosa, Bunda Dukacita dan Ratu Para Martir. Seluruh Penderitaan Maria diringkas Gereja dalam Tujuh Jenis Kedukaan yang diambil dari Tujuh Perstiwa, yaitu Kedukaan yang dialami Maria sewaktu Pengungsian di Mesir, Kedukaan sewaktu Ia bersama Yusuf mem-Persembahkan Yesus di Bait Allah dan Simeon me-Ramalkan apa yang Akan terjadi pada Diri Yesus (Luk 2 : 21-40), Kedukaan sewaktu Ia bersama Yusuf mencari Yesus yang Hilang di Yerusalem sewaktu Yesus berusia 12 tahun (Luk 2 : 41-51), Kedukaan sewaktu bertemu dengan Yesus di Jalan Salib, Kedukaan sewaktu Yesus Disalib dan Wafat, Kedukaan sewaktu Lambung Yesus di-Tusuk oleh tombak dan kemudian Yesus di-Baringkan di PangkuanNya, Kedukaan sewaktu Yesus di-Makamkan. Untaian Butiran Ordo Servorum merupakan salah satu penerapan dari Nama: Maria Bunda Dukacita. Ordo Servorum adalah Serikat Imam Biarawan atau disebut Pengabdi Maria. Untaian Butiran ini terdiri dari 49 butir atau 7x 7x Salam Maria. Setiap 7x Salam Maria, lalu diselingi dengan 1x Bapa Kami. Basik hitungan 7x adalah Ketujuh Dukacita Maria.

BUNDA YANG TAK BERCELA

YANG DIKANDUNG TANPA NODA DOSA

MATER IMMACULATA


Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, merupakan Kepercayaan Tua dalam Gereja sejak abad ke-5 (yang dikemukakan oleh Julia dari Eklawun), Namun Santo Tomas Aquinas tidak sependapat. Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, dirayakan setiap tanggal 8 Desember sejak tahun 1246. Sebutan Bunda Maria Immaculata (bahasa Latin, tanpa dosa) baru dirumuskan sebagai dogma oleh Paus Pius IX pada tahun 1854, yaitu bahwa “Maria Yang Penuh Rahmat, Bunda Yesus Kristus sejak Dikandung Dalam Rahim IbuNya, bebas dari cacat atau dosa asal, dengan mengingat Jasa Kristus PutraNya di kemudian hari. Maka Maria ditebus pula oleh Kristus tetapi sejak saat Pertama keber-Ada-an Maria.” Dogma ini diakui oleh Gereja Ortodoks, tetapi mereka tidak menerima bahwa hal itu ditetapkan oleh Paus. Keyakinan ini didasari pula dalam Alkitab, bahwa Malaikat Gabriel me-Salam-i Nya sebagai Penuh Rahmat, Maria setia Pada Yesus sampai Hari WafatNya, Maria bersatu Dengan murid-muridNya waktu turun Roh Kudus pada Hari Pentakosta Yang Pertama.

MARIA DARI LOURDES


Santa Maria menampakkan diri di Gua Massabielle, Lourdes, dengan sebuah Rosario di Tangan. Lourdes adalah tempat ziarah termashyur di Perancis Selatan. Antara tanggal 11 Februari – 16 Juli 1858, gadis petani yang miskin, Bernadette Soubirous (14 tahun) menyaksikan Penampakan Bunda Maria sebanyak 18 kali. Pada PenampakanNya, Bunda Maria membuat Tanda Salib dan mulai Berdoa Rosario. Tentu saja Bernadette mengikutiNya. Keduanya Berdoa Bersama kecuali pada waktu mengucapkan “Salam Maria”. Ibu Maria tidak berdoa kepada diriNya sendiri. Ibu Maria menyatakan diriNya dengan sebutan Yang Dikandung Tanpa Noda Asal. Maksud KedatanganNya adalah supaya kita Berdoa Rosario. Banyak orang menemaninya ke Gua Massabielle, tapi hanya Bernadette yang dapat melihat Bunda Maria dan sering mengalami ekstase. Dalam suatu Penampakan, Bunda Maria menyuruh Bernadette mendirikan sebuah kapel di gua itu agar orang-orang berziarah ke sana. Kemudian dalam Penampakan yang terakhir disitu, ia disuruh menggali tanah untuk membuka mata air. Sementara ia mengais tanah dengan tangannya, memancarlah air. Sampai sekarang, air dari sumber ini digunakan para peziarah untuk mandi atau untuk minum dengan harapan Penyembuhan Ajaib atau Mukjizat. Sesudah penyelidikan selama bertahun-tahun, akhirnya Pejabat-Pejabat Gereja menyetujui umat berziarah ke Lourdes dan sebuah kapel dibangun. Pada tanggal 4 April 1862, sesuai Permintaan Bunda Maria, diadakan Prosesi/Arak-Arakan ke Massabielle. Lalu antara tahun 1883-1901 dibangunlah Basilica Rosario yang indah. Paus Leo XIII dalam tahun 1892 menetapkan tanggal 11 Februari sebagai Pesta Bunda Maria dari Lourdes dan Santo Pius X menjadikanNya Hari Perayaan Sedunia. Pada tahun 1958, seabad sesudah Penampakan Perawan Maria, jumlah peziarah mencapai 6 juta orang. Kini setiap tahunnya kurang lebih 2 juta orang berdevosi ke Lourdes dan Paus Yohanes Paulus II adalah Paus Pertama yang berziarah ke Lourdes (14 Agustus 1983) sehari sebelum Pesta Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga.

MARIA DIANGKAT KE SURGA

MARIA ASSUMPTA IN COELUM


Pesta Maria Diangkat Ke Surga (Jiwa Dan RagaNya) di-Rayakan sejak abad ke-8 dan oleh Paus Pius XII pada tahun 1950 diNyatakan sebagai Dogma (yang juga diakui oleh Gereja Ortodoks): “Bunda Allah Yang Tak Bernoda Dan Tetap Perawan Sesudah Hidup di dunia ini, Diangkat Dengan Jiwa RagaNya Ke Dalam Kebahagiaan Surgawi.” Hal ini terus dipercayai oleh Umat Katolik dan oleh Gereja Katolik, ditetapkan menjadi Peristiwa Mulia ke-4 dalam Doa Rosario.

RATU DAMAI

RATU PENCINTA DAMAI

REGINA PACIS


Bunda Maria adalah Ratu Damai. Banyak peristiwa dunia seperti berakhirnya perang, penandatanganan perjanjian perdamaian atau peristiwa keselamatan terjadi pada Hari Pesta Gelar Bunda Maria. Peristiwa-peristiwa berikut ini adalah beberapa di antaranya Italia menyerah pada sekutu pada tanggal 8 September (Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria) tahun 1943, Jepang menyerah pada perang dunia II tanggal 15 Agustus (Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga) tahun 1945, Paus Yohanes Paulus II ditembak dengan 5 butir peluru oleh Memet Ali Agca, orang Turki pada tanggal 13 Mei (Pesta Maria Fatima) tahun 1981 dan Bunda Maria menyelamatkan jiwa Paus, penandatanganan traktat jarak jauh senjata nuklir di Washington antara Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan dilakukan tanggal 8 Desember, Hari Raya Santa Maria Immaculata) tahun 1987, tembok Berlin diruntuhkan pada tanggal 1 Januari (Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah) tahun 1990, Partai Komunis di Rusia dibubarkan pada tanggal 22 Agustus (Hari Pesta Santa Perawan Maria Ratu) tahun 1991, para pemimpin Rusia, Ukraina, dan Belarusia mengumumkan pecahnya Uni Soviet. Hal ini terjadi pada tanggal 8 Desember (Hari Raya Santa Maria Immaculata) tahun 1991.

BUNDA MARIA DARI GUNUNG KARMEL

MARIA BUNDA KARMEL

MATER CARMELITANA


Bunda Maria Menampakkan Diri kepada Santo Simon Stock dalam tahun 1251 dan menjadikan Skapulir Coklat tradisi Karmelit sebagai Tanda KasihNya yang Istimewa dan Ikrar Perlindungan Keibuan-Nya. Bunda waktu itu mengatakan: “Benda Ini akan men-Jadi Bagimu dan semua Karmelit suatu Hak Istimewa tidak akan menderita Api Abadi dan akan Diselamatkan, bagi mereka yang meninggal MengenakanNya.” Bunda Maria berjanji melepaskan jiwa-jiwa dari Api Penyucian segera sesudah meninggal bagi orang-orang yang memakai Skapulir Coklat dan menghayati Kemurnian selaras panggilan hidupnya dan berdoa persembahan kecil dan Rosario setiap harinya, ditambah satu kali Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan untuk Intensi-Intensi Bapa Paus.
Untuk mendapatkan Pemenuhan Janji, seseorang dapat meminta Berkat dari seorang imam Karmelit atau imam yang diberi kuasa untuk memperolehkan bagi seseorang Pemenuhan Janji itu. Untuk mendapat Indulgensi Penuh (pemotongan hukuman total), seseorang dapat melakukan Sakramen Pengakuan Dosa dan Ekaristi pada Pesta Orang Kudus di salah satu hari: Bunda Maria dari Gunung Karmel (16 Juli), St. Simon Stock (16 Mei), St. Elias (20 Juli), St. Theresia dari Lisieux (1 Oktober), St. Theresia Avila (15 Oktober), Para Orang Kudus dari Keluarga Karmel (14 November) dan St. Yohanes dari Salib (14 Desember) dan Merayakannya di Gereja-Gereja Karmelit dan didaraskan sebagai Tambahan lagi 1x Syahadat Para Rasul dan 1x Bapa Kami pada hari itu. Skapulir Coklat adalah bentuk miniatur dari Skapulir Coklat (Mantel Bunda Maria Yang Dipakai di sekeliling Leher bergantung di Pundak dengan satu potong kain bergantung di dada dan satu lagi di punggung) yang dipakai para imam, biarawan, biarawati dari Keluarga Karmel. Memakai Skapulir Coklat adalah sebagai Tanda dari Penyerahan Diri kepada Bunda Maria dan juga adalah sebagai Tanda Perlindungan dan Cinta dari Bunda Maria. Tanpa mengatakan bahwa kita menghormati, percaya, mencintainya, kita menyatakan hal-hal tersebut kepadaNya hanya dengan Memakainya, dan Bunda Maria menarik kita kepada Hati PutraNya Yang ilahi. Tapi terlebih kita diingatkan untuk Hidup Selaras dengan Teladan Bunda Maria dengan mengenakan Kebajikan-KebajikanNya serta mengamalkannya. Bunda Maria tidak ingin kita Memakainya dengan motivasi kesombongan dan juga tidak menganggapnya sebagai jimat.


SANTA PERAWAN MARIA DARI GUADALUPE

RATU PARA RASUL

REGINA APOSTOLES

IBU PENGHARAPAN SUCI

MATER SANCTAE SPEI

PERAWAN MORENITA


Di Meksiko, Bunda Maria pada tahun 1531 telah Menampakkan Diri kepada Juan Diego, seorang penduduk asli desa, yang istrinya meninggal 2 tahun sebelumnya. Bunda Maria Berpesan supaya Ia Dikenali dan Dihormati sebagai Santa Perawan Maria dari Guadalupe. Sampai sekarang, banyak orang yang berziarah ke Sanctuari dan melihat dengan mata kepala sendiri Gambar Bunda Maria yang terlukis pada mantel. Dalam tahun 1570 Uskup Agung Montufor dari Meksiko menyuruh dibuatkan reproduksi Gambar Bunda Maria Guadalupe yang sebelum dikirim kepada Raja Philip II dari Spanyol disentuhkan pada Gambar Asli. Selanjutnya, gambar itu diserahkan kepada Admiral Giovani Doria dan disimpan dalam kabin admiral selama pertempuran yang hebat berlangsung di Lepanto. Sampai sekarang, Gambar Kecil Ini masih disimpan di Gereja San Stefano d’ Areto – Italia. Santa Perawan Maria dari Guadalupe pada tahun 1946 telah dinyatakan oleh Paus Pius XII sebagai Pelindung kedua bagian Amerika : Utara dan Selatan, karena memang Amerika Utara dan Selatan sejak dulu mengakuiNya sebagai Pelindung seluruh Amerika. “Aku adalah Ibu Penuh Belas Kasih bagi semua orang yang mencintai Aku, yang percaya kepadaKu dan yang meminta PertolonganKu.” Kata-kata Penghiburan ini Disampaikan Bunda Maria dalam Penampakan-Nya di Guadalupe, Mexico. Doa kepada Ibu Maria dari Guadalupe (oleh Paus Yohanes Paulus II): Maria Perawan dari Guadalupe, Ibu Seluruh Amerika, bantulah kami untuk mewartakan Kebenaran yang telah diwartakan oleh Yesus, PutraMu dan mewujudnyatakan Cinta Kasih, Anugerah Pertama Roh Kudus. Bantulah kami, dalam menguatkan saudara-saudari kami dan dalam menanamkan Harapan akan Hidup Yang Kekal. Ratu Para Rasul, Berkati-lah kerelaan kami untuk mengabdi tanpa mengenal lelah kepada Injil PutraMu, kepada perdamaian yang ditegakkan atas Dasar Keadilan dan atas Kasih Antar Manusia dan Antar Bangsa-Bangsa. Ratu Damai, Selamat-kanlah semua bangsa benua ini yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Mu. Luputkanlah mereka dari perang, kebencian dan pemberontakan. Bantulah agar masyarakat dan para pemimpinnya belajar Hidup dalam Damai dan membina Perdamaian, belajar menghormati hak masing-masing orang, supaya Perdamaian itu menjadi Kokoh. Perawan Morenita, Ibu Pengharapan, Ibu dari Guadalupe, dengarkanlah kami! Amin.

MARIA DARI FATIMA

PERLINDUNGAN ORANG BERDOSA


Gerakan Imam Maria yang terbentuk di Fatima tahun 1972 menyerukan Perlindungan Orang Berdosa sebagai Gelar Keempat dalam Doa Persembahan. Ketika mengucapkan Doa Persembahan pada akhir Senakel, orang memohon sekurang-kurangnya 50 kali dalam rosario untuk mendoakan kita, orang berdosa. Dari Penampakan-Penampakan di Fatima dan Pesan-Pesan Bunda Maria mengatakan bahwa: HatiNya Yang Tak Bernoda adalah Satu-Satunya Tempat Yang Aman dalam masa yang kacau ini. Beliau mendesak agar seluruh Gereja dan dunia menemukan tempat yang aman hanya dalam Senakel Rohani Dari HatiNya Yang Tak Bernoda dan bahwa Konsekrasi merupakan Cara Masuk Ke Dalam Tempat Perlindungan Yang Aman itu. Pentobatan orang berdosa dimulai dari dalam diri sendiri. Ratu Rosario Suci, Bunda Maria, Menampakkan Diri di Fatima 12 Juni 1917. Ketika ketiga anak yang buta huruf: Fransisko (9 tahun), Yacinta (7 tahun) dan Lucia (10 tahun), bertanya kepada Maria: “siapakah Engkau?” Maria menjawab: “Aku adalah Ratu Rosario Suci.” Maria Menampakkan Diri sebanyak 6 kali dalam periode (13 Mei – 13 Oktober 1917). Di Fatima, Ibu Maria meminta 5 hal yaitu: Berdoa Rosario, kenakan Skapulir Coklat Ibu Maria dari Gunung Karmel, mempersembahkan 5 Sabtu pertama, mempersembahkan segala sesuatu dari kehidupan kita kepada Yesus melalui Ibu Maria, melakukan silih dosa. Tentang silih, Lucia mengatakan : “lakukanlah apa yang menjadi tugas hidup kamu sehari-hari sebagaimana biasa dan Persembahkanlah Semuanya kepada Allah tanpa mengeluh.” Seperti ada ungkapan, “bila seorang anak datang kepada ibunya, pasti anak itu menghendaki sesuatu; tetapi bila seorang ibu datang kepada anaknya, maka pasti anak itu berada dalam bahaya.” Bunda Maria juga mengatakan kepada anak-anak bahwa: HatiNya Yang Tidak Bernoda akan menjadi Tempat Perlindungan kita dan Jalan Yang Memimpin kita kepada Allah dan bahwa Yesus menghendaki Devosi kepada Hatinya Yang Tak Bernoda Ini Didirikan di dunia. Yasinta kecil memastikannya ketika ia berada dalam saat kematiannya. Kepada Lusia, ia katakan, “Katakan kepada semua orang bahwa Allah menginginkan Rahmat-RahmatNya Datang Melalui Hati Maria Yang Tidak Bernoda dan bahwa orang harus memohon KepadaNya dan bahwa Hati Yesus ingin agar Hati Maria Yang Tak Bernoda Dihormati Di Samping HatiNya.” Sebagaimana Lucia seorang Visioner Fatima yang masih hidup menjelaskan mengenai Rahasia Ketiga Fatima yang belum terungkap: “Semuanya ada dalam Injil dan dalam buku Wahyu. Bacalah buku-buku itu!” Ucapan Maria dalam PenampakanNya di Fatima dalam bentuk Ramalan, Janji dan juga Syarat-Syarat yang harus dipenuhi. ramalan: ”Beberapa bangsa akan hancur.” Janji: “HatiKu Yang Tak Bernoda Akan Menang...suatu era Damai Akan Diberikan kepada umat manusia.” Persyaratan: untuk menghindari Ramalan di atas dan untuk mendapatkan Janji Bunda Maria, kita harus dan patut melaksanakan Garis Besar Keputusan Kongres Maria Internasional tahun 1996. Berikut beberapa kutipan dari Ucapan Bunda Maria dalam PenampakanNya di Fatima. Kalimat pertama yang diucapkan Maria pada anak-anak di Fatima adalah: “Kalian harus berdoa rosario.” Maria bertanya, “Apakah kalian ingin memPersembahkan kepada Allah, segala penderitaan yang Dia maksudkan bagi kalian, demi Perbaikan Dosa dari orang-orang yang menyinggung Dia dan sebagai Permohonan untuk Pertobatan mereka?” Pertanyaan ini di iya kan oleh anak-anak. Maria juga mengundang anak-anak untuk Mengurbankan Diri bagi orang berdosa dan sering mengucapkan terutama bila mereka sedang melakukan pengurbanan itu. Lalu Bunda Maria memperlihatkan Visiun mengenai Neraka yang mengerikan dan berkata, “Kalian telah melihat Neraka, ke tempat itu, jiwa-jiwa yang malang para pendosa ini pergi. Untuk Menyelamatkan mereka, Allah menghendaki Didirikan di dunia ini, Devosi kepada HatiKu Yang Tak Bernoda. Jika kalian melakukan apa yang kukatakan, maka banyak jiwa akan diselamatkan, dan akan ada kedamaian…” Akhirnya Beliau mengajarkan anak-anak Doa Kecil yang kita ucapkan di antara persepuluhan Salam Maria dalam Rosario. “Jika Berdoa Rosario, setelah setiap Peristiwa, ucapkanlah kata-kata ini : “Ya Yesus, ampunilah dosa-dosa kami, bebaskanlah kami dari Api Neraka dan hantarkanlah kami ke Surga, terutama mereka yang paling membutuhkan keRahimanMu.” Beliau juga mendesak, “Berdoalah, berdoalah banyak-banyak dan lakukanlah silih dan kurban untuk para pendosa yang malang, karena banyak jiwa pergi ke Neraka karena tidak ada yang berdoa dan melakukan kurban bagi mereka.” (Paus Pius XII mengungkapkan, “Dosa dari abad ini adalah hilangnya kesadaran akan dosa.”) Tahun 1980, Maria menampakkan diri dan mengatakan, “Pada hari ini kalian mengingat PenampakanKu yang terakhir di Cova da Ira, Yang Diteguhkan oleh Mukjizat Matahari. Dengan amat sedih Aku mohon kembali seperti yang Kulakukan pada hari yang sama di Fatima dulu dan yang dapat diringkas dalam beberapa kata, Pesan Itu Kubawa Dari Surga untuk kalian : janganlah berdosa lagi. Janganlah menyinggung Hati Putraku, Yesus lagi yang sudah amat disakiti. Kembalilah kepada Allah dengan Pentobatan Dalam Doa dan Silih.” Tahun 1981, kembali Maria berkata : “Pesanku ini tetap tidak dipatuhi. Oleh karena itu, manusia tetap melanjutkan makin jauh di jalan pemberontakannya terhadap Allah, menolak dengan Keji Hukum-Hukum Cinta KasihNya. Karenanya, bahkan mereka telah tiba pada penyangkalan akan dosa, pada keadaan dari kekacauan moral keadilan yang paling menyedihkan atas nama suatu kebebasan yang palsu. Sebab itu, setan, musuhku, telah berhasil dalam membiusmu ke perangkapnya. Banyak jiwa akan hilang dalam tidak menyadari akan dosanya dan sebab itu, akan lebih lagi berbuat dosa dan membenarkannya. Kesadaran akan kesalahan yang adalah permulaan dari langkah berikutnya kepada Pertobatan, praktis lenyap. Aku mohon agar kamu Bertobat, Menyesal dan Segera Kembali Kepada Allah. Melalui kalian anak-anakKu, terutama yang telah Ku Pilih dan mem-Persembahkan diri Kepada Ku, Para Rasul Ku di jaman ini, Aku menghendaki Permohonanku yang amat sangat penting ini supaya dapat menjangkau siapapun di muka bumi. Pada masa penggodaan, perjuangan dan putus asa ini, pandanglah Aku dan kalian Akan Dikuatkan Dan Dibantu. Apabila kalian sampai jatuh dan merasa bebanmu terlampau berat, jika kalian sampai menggelora oleh kejahatan dan dosa, Datanglah Kepada Ku dan Aku Akan Memberimu Semangat Dan Pertolongan. Pada hari ini lihatlah dengan Mata Kerahiman dan Kasihan pada anak-anakKu yang berdosa. Aku berkata, Aku-lah Ibu Surgawimu, yang mengundangmu semua untuk berkumpul bersama Di Dalam Mantel Ku Yang Tak Bernoda Ini, Untuk Dijaga Dan Dibimbing Kepada Allah.” Dalam masa jabatannya, Paus Pius XII mempersembahkan Rusia Kepada Hati Tak Bernoda Ibu Maria.

RATU ROSARIO SUCI

BUNDA SEGALA KEMENANGAN


Pesta Bunda Maria Ratu Rosari tanggal 7 Oktober dirayakan untuk memperingati kemenangan di Lepanto (1571) ketika armada laut Kristen mengalahkan armada Turki yang mengancam pantai negara-negara Kristen di seluruh Laut Tengah. Pada waktu itu seluruh umat Kristen Berdoa Rosario supaya mereka dibebaskan dari ancaman musuh yang akan membunuh atau menjual mereka yang ditawan ke dalam perbudakan. Pada masa Paus Pius V mencapai tahta St. Petrus, Gereja sedang dilanda bahaya besar dari Timur yang mengancam untuk memusnahkan Kristianitas di seluruh Eropa. Kaum Muslim sangat kuat dan agresif. Bapa Suci memberi peringatan kepada Para Raja dan Pangeran di Eropa mengenai situasi bahaya yang sedang mengancam, namun tak seorang pun yang mempedulikannya. Ketika Jenderal La Valette yang hebat itu mempertahankan Malta dari serangan bangsa Moor, tak seorang pun yang membantunya kecuali Paus Pius V yang mengirimkan uang dari Bendahara Vatikan untuk mempertahankan benteng yang penting itu. Ketika ia dikalahkan, Soliman II, Raja Turki mempersalahkan Paus dan menyatakan perang kepada Italia, mengancam akan menghancurkan setiap kota yang berada di tepi pantai. Menghadapi ancaman demikian, Bapa Suci memerintahkan setiap Gereja di Italia untuk mengadakan Devosi 40 jam. Soliman mentertawakan cara perlawanan seperti itu, tapi 3 hari kemudian, ia wafat. Kebebasan Italia hanya singkat saja karena Raja yang baru, Raja Salin dari Sot memutuskan menjadikan Italia bagian dari kerajaannya. Kembali Bapa Suci Memohon pada Para Penguasa di Eropa, tapi Pesannya tidak juga dihiraukan dan tidak dijawab. Para Utusan yang Diutusnya tidak pula diterima. Hanya seorang pangeran muda dari Austria yang menjawab Permohonannya. Don John dari Austria, orang muda ini menawarkan bantuannya kepada Bapa Suci. Meskipun Don John belum berpengalaman, Paus Pius V Mengangkatnya sebagai Kepala dari Ekspedisi Laut yang sedang dipersiapkannya untuk melawan bangsa Turki dalam mempertahankan Italia. “Pergilah Anakku, karena aku tahu Tuhan akan memberiMu Kemenangan. Rosario akan menjadi Keselamatan bagi kita!” Bapa Suci kemudian Memberkati kapal-kapal dan seluruh armada diletakkan di bawah Perlindungan Ratu Rosario Yang Amat Suci. Semua yang ada di kapal menerima Komuni Kudus setiap hari dan Berdoa Rosario berkali-kali dalam sehari. Para imam di Italia mengumpulkan umatnya dan semuanya diminta Berdoa Rosario. Paus masuk Kapel Pribadinya dan tinggal di sana terus-menerus. Tahun 1571, sebuah armada Turki yang luar biasa besar berlayar menuju Eropa. Sasarannya menaklukkan Kota Abadi Roma, dari Barat dikerahkan sebuah armada kecil yang sederhana persenjataannya. Pasukan pilihan gabungan Spanyol, Venesia dan pasukan Kepausan disiapkan di Pantai Lepanto dekat Yunani. Dalam La Real yang berbendera Spanyol, Don John dari Austria tak dapat menghindar dari kapal Turki yang membawa Komando Tertinggi Sultan Ali Pasha. Hari itu 7 Oktober 1571. Don John baru saja keluar ke laut lepas ketika ia bertemu dengan Pasukan Kapal Induk Turki yang hebat: 330 kapal. Ketika kedua armada itu saling berhadapan, Don John menyuruh anak buahnya Berdoa Rosario. Mereka memegang senjatanya sambil Berdoa Rosario yang ada di tangan mereka. Mereka bahkan tetap berdoa selama pertempuran memuncak. Dan sungguh amat mengherankan, satu demi satu perahu armada Turki itu tenggelam ditelan ombak dan gelombang; sedangkan perahu-perahu orang Kristen tetap tidak mengalami kerusakan apapun. Ketika Salin dari Sot menyadari bahwa ia sedang bertempur melawan lebih dari sekedar armada musuh yang kecil, ia melarikan diri ketakutan di Hadapan Allah orang Kristen dan Ratu Umat Katolik.
Pertempuran Lepanto yang bersejarah itu terjadi pada siang hari minggu pertama bulan Oktober. Tiba-tiba Paus bangkit dari doanya dan memanggil mereka yang berada di sekitarnya. “Cepat kemari! Ini bukan waktunya untuk bekerja. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang maha kuasa karena armada laut kita telah memperoleh kemenangan yang besar...!” Dari sudut pandang sebagai manusia, kemenangan itu adalah sesuatu yang mustahil. Waktu itu Pimpinan Gereja Tertinggi adalah Paus Pius V. Beliaulah yang memanggil Semua Orang Katolik untuk memohon bantuan Bunda Allah dan menggempur Surga dengan Rosario Tanpa Henti. Umat Katolik menanggapi Seruan Paus - selama pertempuran berlangsung. Dalam saat-saat kritis, saat pertempuran berat sebelah dengan Armada Kristen yang tak berdaya karena jumlahnya jauh amat kecil, tiba-tiba angin yang amat besar bertiup ke jurusan Armada Turki. Armada yang kuat itu berantakan - tenggelam - kapal hancur. Seharusnya berita itu baru sampai di Roma beberapa hari kemudian, tapi aneh, Paus justru yang memberi Kabar ketika pada Suatu Pertemuan, tiba-tiba ia berkata : “Marilah kita mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Allah, kemenangan sudah kita capai!” Dua minggu kemudian Don John tiba di Roma membawa Berita Gembira tersebut. Isinya mengenai Kemenangan yang Terjadi Tepat pada Saat Paus Mengumumkannya di Roma pada tanggal 7 Oktober 1571. Satu hari penuh dipersembahkan untuk Menghormati Bunda Dari Semua Kemenangan. Tahun berikutnya Hari Itu ditetapkan menjadi Pesta Ratu Rosario Yang Amat Suci.

BUNDA ALLAH

MATER DEI


Dalam Gereja Ortodoks, umat berdoa kepada Bunda Maria dan Maria dihormati secara Istimewa dan disapa dengan sebutan Bunda Allah. Hal ini dikatakan sendiri oleh istri Dr Alexander yang beragama Kristen Ortodoks. Dr. Alexander adalah Sekretaris Pribadi Indira Gandhi (1917-1984), Perdana Menteri India. Gandhi, sangat menghargai Penghormatan Kepada Bunda Maria. Ia pernah memberikan Hadiah Pribadi kepada istri SekretarisNya itu berupa sebuah Patung Maria Dengan Kanak-Kanak Yesus.

BINTANG LAUT

RATU PERTOLONGAN ABADI

BUNDA PENOLONG ABADI

MATER SEMPER AUXILIATRIX


Dalam sebuah pelayaran mengarungi samudra, sebuah kapal diterpa badai. Semua penumpang panik termasuk kapten kapal dan anak buahnya. Berbagai usaha telah dicoba agar kapal tidak tenggelam. Namun tampaknya sia-sia, semua penumpang putus asa. Seorang penumpang kemudian teringat bawaannya. Ia buka bungkusannya. Nampak sebuah Gambar Bunda Maria. Ia amati sebentar dan dia berpikir, Gambar itu barangkali bisa membantu, "Mari kita berdoa mohon Perlindungan Maria Bintang Laut". Suaranya hampir-hampir tidak kedengaran ditelan bunyi gelombang, ia ulangi lagi sambil memperlihatkan Gambar Bunda Maria yang dia pegang di tangannya. Semua mata tertuju ke Gambar itu. Mereka kemudian berlutut walaupun dalam keadaan oleng sambil berdoa. Tiba-tiba langit yang tadinya gelap berawan, menjadi cerah perlahan dan angin yang selama beberapa jam membuat perahu oleng, reda. Begitu juga gelombang laut semakin menjadi teduh. Kapal seolah berlayar di atas minyak yang tenang. Akhirnya kapal merapat di pelabuhan Roma. Semua penumpang selamat. Pemilik Gambar langsung menuju ke rumah kawannya. Sayang, usianya tidak lama, namun sebelum meninggal, ia berpesan kepada kawannya, agar Gambar itu diberikan kepada salah satu Gereja di Roma. Kawannya melihat Gambar yang indah itu. Selain indah juga aneh. Tidak sebagaimana Gambar atau Lukisan Bunda Maria yang pernah ia lihat, Lukisan ini memberi suatu Pesan Khusus yang sulit terlupakan. Lukisan ajaib ini memperlihatkan Bunda Maria sedang Menggendong Kanak-Kanak Yesus. Sikap dan Wajah Yesus memperlihatkan rasa cemas. Yesus Yang Masih Kecil nampaknya mencari Perlindungan Pada IbuNya. TanganNya yang masih mungil menggenggam erat Tangan BundaNya. Mata Yesus menunjukkan rasa cemas. Keterkejutan dan menyelamatkan diri secara tergesa-gesa nampak dari salah satu sandalNya yang hampir lepas dan tergantung. Menurut pelukisnya yang entah siapa, yang pasti ia berasal dari Eropa Timur, mungkin dari Pulau Kreta. Ketika itu Yesus sedang bermain-main. Tiba-tiba datang dua orang malaikat. Yesus terkejut. Ia segera lari ke pangkuan IbuNya, mohon Perlindungan. Ibu Maria juga sempat terkejut sebelum mengetahui apa yang terjadi, Yesus amat tergesa-gesa hingga tidak sempat memperhatikan sandalNya yang hampir hilang. Ada alasan Yang Kuat mengapa Kanak Yesus terkejut melihat kedua malaikat itu. Utusan Tuhan itu memperlihatkan secara jelas salib, paku-paku, lembing dan bunga karang yang penuh cuka dan empedu. Barang-barang ini kita tahu kemudian menjadi Alat Kesengsaraan Yesus ketika Memikul Salib dan Wafat di Kalvari. Sebagai anak kecil, Yesus ketakutan, Ia merasa ngeri. Karena itu, Ia memeluk Maria. Jari-JariNya gemetar dalam genggaman Yang Aman Bunda Maria. Kemudian dengan Penuh Kasih Keibuan, Maria merapatkan Kanak-Kanak Yesus lebih dekat ke TubuhNya dengan Tangan KiriNya. Di dalam Pelukan Maria yang Memandang dengan Rasa Haru dan Kasih Sayang, Yesus merasa Aman karena Maria MemelukNya seraya memberi Keyakinan. Tangan Kristus yang menggenggam erat Tangan BundaNya mengingatkan kita bahwa Dia Mempercayakan Diri Sepenuhnya Kepada IbuNya Yang Terkasih dan menunjukkan kita pun akan Aman Berada Di Dalam AsuhanNya. Kawan pemilik Lukisan itu memang tertarik karena anehnya Lukisan itu. Ia tidak sadar, Lukisan itu menyimpan sejumlah Misteri. Malam harinya, ketika tidur, Maria Menampakkan Diri kepadanya. Dalam mimpinya, Maria mengingatkan dia agar mengikuti Pesan kawannya sebelum meninggal, yaitu menyerahkan Lukisan itu kepada salah satu Gereja. Mimpi itu disampaikan kepada istrinya tapi mereka masih tetap menyimpan Lukisan itu. Tidak lama kemudian orang itu meninggal. Rupanya, istrinya, juga tertarik dan menyukai Lukisan itu. Ia bertekad menyimpanNya walau ada Pesan Khusus dari suaminya. Maria kembali mengingatkan keluarga itu melalui anak gadisnya. "Ibu, aku melihat Seorang Wanita yang amat cantik. Wanita itu berkata kepadaku, katakan kepada ibumu, Bunda Penolong Abadi minta supaya Lukisan diriNya ditempatkan di salah satu Gereja. Begitulah pesannya bu." Sang janda ingin melaksanakan Pesan itu, tetapi ia ditertawakan sesama ibu di wilayahnya. Ia menjadi lebih tertarik lagi, ketika salah seorang temannya jatuh sakit. Temannya itu tiba-tiba sembuh setelah minta maaf kepada Maria dengan menyentuh lukisan itu. Akhirnya Lukisan itu diserahkan kepada Gereja St. Alfonsus di Roma. Selama 300 tahun, Lukisan itu tersimpan di sana. Selama itu pula tempat itu menjadi terkenal karena Mukjizat-Mukjizat Yang Terjadi. Tahun 1798, di masa perang Napoleon, para imam diusir. Tapi salah seorang imam sempat menyimpan Lukisan itu di sebuah Kapel kecil. Lukisan itu terlupakan selama 70 tahun. Beruntung, ada seorang Bruder tua yang masih ingat Riwayat Lukisan itu. Ia menceritakannya kepada seorang anak kecil yang kemudian menjadi imam Redemptoris. Bocah itu ini menceritakan pula riwayat Lukisan itu kepada sesama imam Redemptoris. Akhirnya berita ini sampai ke telinga Paus. Paus memberi Perintah, agar Lukisan tersebut Diperlihatkan dan Dihormati kembali serta ditempatkan di Tempatnya semula yaitu di Tempat Yang Dipilih Sendiri Oleh Bunda Maria.
Lukisan Asli, dilukiskan di atas kayu, usiaNya kira-kira 500 tahun.
Tahun 1866, Lukisan itu secara Resmi ditempatkan di Gereja St. Alfonsus di Roma. Paus Pius IX Berpesan kepada para imam Redemptoris, "Perkenalkanlah Dia ke seluruh dunia." Sejak saat itu, Lukisan diperbanyak. Duplikatnya disebarkan ke seluruh dunia. Hingga kini banyak umat yang memberi Penghormatan Khusus kepada Maria Penolong Abadi; mendapat Banyak Berkat dan ada pula yang mengalami Mukjizat Secara Khusus. Konsili Vatikan II dalam salah satu butir Penghormatan kepada Maria memberikan nama Penolong Abadi (Perpetual Help) kepada Maria. Alasannya ialah karena Nama Itu secara Ajaib menonjolkan dan menekankan Pengasuhan ibu yang dilaksanakan Maria terhadap Gereja yang kini masih berjuang di dunia. Penjelasan makna Lambang-Lambang pada Lukisan: Paraf Yunani di sudut kiri dan kanan atas Lukisan, berarti Bunda Allah. Bintang di Mahkota Maria bermakna, Beliaulah Bintang Lautan…yang membawa Cahaya Kristus Kepada Kegelapan Dunia Ini. Bintang Yang Membimbing kita dengan Aman menuju Rumah Surgawi. Malaikat Agung Mikhael di sebelah kiri memegang lembing dan bunga karang dan huruf Yunani, NamaNya Dituliskan Di AtasNya. Mulut Maria digambar mungil, sebagai Lambang sedikit ber-bicara; dan Dalamnya Kehidupan Kontemplasi Sang Perawan. Jubah Maria berwarna merah, warna yang dikenakan oleh para perawan pada jaman Kristus. Mantel biru tua yang dikenakan Maria seperti para ibu di Palestina, melambangkan Maria adalah perawan dan ibu. Tangan-tangan Kristus yang menggenggam erat Ibu Jari BundaNya menyatakan kepada kita, kepercayaan yang kita harus berikan di dalam Doa-Doa Kepada Ibu Maria. Mahkota Emas dilukis dalam Lukisan Asli, merupakan Tanda dari banyaknya Doa yang Terkabul yang Ditujukan Kepada Bunda Maria, yang disebut sebagai Bunda Pertolongan Yang Abadi. Malaikat Gabriel di sebelah kanan memegang salib dan paku-paku dan huruf Yunani untuk NamaNya yang ditulis di AtasNya. Mata Maria digambarkan besar, Mata Itu melihat, tembus, pada kebutuhan-kebutuhan kita dan Mengundang Permohonan-Permohonan. Huruf di sebelah Wajah Yesus, bila diterjemahkan berarti "Yesus Kristus". Tangan Kiri Bunda Maria menopang Kristus dengan eratnya, menyatakan kepada kita Jaminan yang kita peroleh dalam Pengabdian Terhadap Bunda Allah. Sandal yang terjatuh, suatu Tanda bahwa bagi mereka yang Merenungkan Sengsara Kristus, akan memperoleh Penyelamatan dan Memasuki Jenjang Pewarisan-nya Yang Abadi. (Rut 4 : 7-8).

BUNDA MARIA DARI LUXEMBURG

PENGHIBUR ORANG YANG BERDUKACITA

CONSOLATRIX AFFLICTORUM


Dekat Natal tahun 1641, seorang pedagang dari Geldern, Hendrick Busman mendengar Suara ketika berdoa di depan salib Kroatia di padang rumput di Kavelaer, bagian Utara antara Sungai Rijn dan Maas dekat perbatasan negeri Belanda. Suara itu mengatakan, "Di tempat ini kau harus mendirikan Kapela untukKu!" Setahun kemudian, di tahun 1642 pada tempat yang sama, ia mendengar lagi kata-kata itu dan begitu pula beberapa hari sesudahnya. Tetapi Hendrick diam, tidak memberitahukan kepada siapapun. Kira-kira sebulan sebelum Pantekosta tahun 1642, istrinya sekonyong-konyong melihat Cahaya Terang dan di DalamNya sebuah Kapela dengan Gambar kecil, sama seperti ia lihat pada prajurit yang menawarkanNya. Itu adalah Gambaran Ukiran Bunda Maria dari Luxemburg. Busman mengerti Tandanya. Gambar itu dibeli dan dimulai dengan pembangunan Kapela pada Tempat yang ditunjukkan Suara. Gambar itu ditempel atas papan dan dititipkan pada Biara Kapusin di Geldern. Pada 1 Juni 1642, pastor dari Kavalaer, Johanes Schink menempatkan Gambar Tersebut di Kapela yang sudah selesai. Pada hari itu juga banyak orang dari Geldern datang dan begitu pun dari tempat lain. Terjadi beberapa mukjizat. Gambar Penghibur Orang Yang Berdukacita, yang sejak tahun 1642 sudah dikenal, menjadi "Patung" Rahmat dari Kavalaer. Gambar yang sudah pudar itu memperlihatkan Maria dengan mantel lebar, Ia menggendong Yesus di Tangan Kiri, Yesus dengan Mahkota dan Bola Dunia. Di Tangan Kanan Maria, memegang Tampuk Kerajaan atas Kepala Sebuah Mahkota Bintang. Di latar belakang, tampak kota Luxemburg dan di sebelah kanan Kapela ziarah di depan tembok-tembok kota. Atas Kepala ada Gulungan yang bertuliskan: "Consolatrix, Afflictorum, ora pro nobis" (Penghibur Orang Yang Berdukacita, doakanlah kami). Gambar ini disimpan dalam Kapela ziarah, dikelilingi hadiah-hadiah indah, tanda terimakasih. Oleh Kapitel Santo Petrus di Roma, diminta menempatkan Mahkota Emas di tahun yubileum ialah tahun 1892. Luxemburg juga memberi Hadiah Yubileum : 2 tangkai bunga Mawar Perak Yang Dilapisi Emas. Tulisan atas Emaile Putih dan Biru yang berbunyi : "Tanda Kasih Sayang Ibu Untuk AnakNya", menunjukkan asal Maria di Kavalaer dari Luxemburg. Kavalaer menjadi tempat doa. Orang beriman yang mencari Penghiburan Rohani, membawa kesulitan-kesulitan kepada yang telah Diberikan kepada manusia sebagai Ibu oleh Yesus di salib.Maria tetap berdiri di bawah salib, dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan Segala Penghiburan (2 Kor 1 : 3-4), begitu pula kami yang datang berdoa, akan menerima Penghiburan dari Ibu kami. Kata Yohanes Paulus II : "Penghibur Orang Yang Berdukacita, itulah salah satu dimensi dari Kehadiran Seorang Ibu dalam Gereja dan dunia. Tuhan dirasakan memberikan kepada kita pencerminan Keibuan Dari PenghiburanNya"

HAWA YANG BARU


Santo Justinus mengatakan bahwa dengan merenungkan Peranan Kristus sebagai Adam Yang Baru (Rom 5 : 12-21), sejak abad ke-2 Maria dipandang sebagai Hawa Yang Baru, yang Ikut membawa Keselamatan karena Taat pada Kehendak Allah. Hawa ditipu, oleh perkataan dari malaikat yang jahat, sehingga ia tidak taat kepada Perintah Allah dan karenanya membawa kematian. Sementara itu, Ibu Maria, Perawan Yang Setia, memperhatikan dengan baik, oleh perkataan dari malaikat yang baik dan karenanya Melahirkan Sumber Kehidupan bagi dunia dengan PersetujuanNya. Maka Maria digelari Hawa Yang Baru. Pada jaman Santo Hieronimus, dirumuskan: "Kematian melalui hawa dan kehidupan melalui Maria." [YS]

Hari-Hari yang berkaitan

dengan Maria


1 Januari
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Yesus Kristus

11 Februari
Penampakan Bunda Maria di Lourdes

22 Maret
Tujuh Kedukaan Santa Maria

25 Maret
Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel
(Hari Raya Kabar Sukacita)

11 Mei
Maria Ratu Para Rasul

13 Mei
Santa Maria di Fatima

24 Mei
Maria Penolong Umat Kristiani

31 Mei
Maria mengunjungi Elisabeth
(dan tinggal bersamanya selama kurang lebih 3 bulan)
(Luk 1 : 39-56)

8 Juni
Santa Perawan Maria, Takhta Kebijaksanaan

15 Juni
Santa Perawan Maria

28 Juni
Hati Tersuci Santa Perawan Maria

16 Juli
Maria dari Gunung Karmel

23 Juli
Santa Perawan Maria Bunda Rahmat Ilahi

27 Juli
Bunda Maria Penolong Abadi

5 Agustus
Pemberkatan Basilika Santa Perawan Maria

15 Agustus
Hari Raya Maria Diangkat ke Surga
(Dogma tahun 1950 oleh Paus Pius XII)

22 Agustus
Santa Perawan Maria Ratu

8 September
Kelahiran Maria

12 September
Nama Maria tersuci

15 September
Santa Perawan Maria Berdukacita

7 Oktober
Maria Ratu Rosario

21 November
Maria Dipersembahkan kepada Allah

27 November
Maria dari Medali Wasiat

8 Desember
Maria Dikandung Tanpa Noda

12 Desember
Bunda Maria dari Guadalupe


TUJUH MALAIKAT AGUNG


Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, “Sejak masa anak-anak sampai pada kematiannya malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan” (No. 336). St Basilius (meninggal 379) menegaskan, “Seorang malaikat mendampingi setiap orang beriman sebagai Pelindung dan Gembala, supaya menghantarnya kepada Kehidupan” (Adversus Eunomium, III, 1). Sebagian besar dari kita, semenjak kecil telah belajar mendaraskan doa sederhana kepada Malaikat Pelindung kita, “Malaikat Allah, Pelindungku tersayang, dengan perantaraan siapa Kasih Allah dinyatakan kepadaku. Sejak saat ini dampingilah aku, untuk menerangi, melindungi, memimpin dan membimbingku.” Sebagian dari Para Kudus dapat melihat Malaikat, seperti Santo Petrus (Kis 12:1-19) atau melihat Malaikat Pelindung mereka, seperti St Padre Pio dan St Elizabeth dari Hungaria.
Dalam Litani (Malaikat Agung) Santo Rafael, terdapat kalimat doa yang berbunyi: "St. Rafael, satu dari Ketujuh Malaikat yang berada di Hadirat Yang Mahatinggi, doakanlah kami." Siapakah yang dimaksud dengan Ketujuh Malaikat tersebut? Dalam Alkitab, Malaikat Agung yang sering disebut, yaitu: 1. Mikhael, 2. Gabriel, 3. Rafael, sedang keempat malaikat agung lainnya adalah: 4. Uriel, 5. Barrachiel, 6. Sealtiel dan 7. Yehudiel.

1. Malaikat Agung Santo Mikhael , "Siapakah seperti Tuhan"


Dikenal sebagai Malaikat Keadilan dan Kitab Taurat dikenal Malaikat ini sebagai Penghancur Sodom dan Gomorah dan sebagai malaikat yang membantu penguburan Nabi Musa. Ia adalah Malaikat Perang melawan Iblis dan pengikutnya. Malaikat Gabriel memberitahu pada Daniel, saat ia memohon pada Tuhan untuk membawa Bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem: “Kerajaan Persia menentang aku... dan, datanglah Mikhael, salah satu dari Pangeran Kepala datang menolongku”. Malaikat itu kemudian membicarakan mengenai akhir dunia, para Anti Kristus berkata: Dalam waktu itu Mikhael bangkit, Sang Pangeran Agung, yang berdiri di depan anak-anak manusia. Dalam Wahyu 12:7, “Dan terjadilah perang besar di surga, Mikael dan malaikat-malaikatnya bertarung melawan naga (iblis)”. Ada yang mengatakan jika ia adalah salah satu dari Kerub yang menjaga Pohon Kehidupan. Ia dapat dimohon untuk: bertarung melawan iblis, menyelamatkan jiwa-jiwa dari Neraka pada saat Sakratul Maut.
Michael disebut Penjaga Sakramen Mahakudus, Ekaristi. Ia adalah Pemimpin Balatentara Surga, sebagai seorang prajurit ia tidak hanya melindungi jiwa-jiwa tetapi juga melindungi kita dari musuh dan melindungi Tuhan Kita, dalam Sakramen Suci. Ia memiliki Kuasa untuk menghukum siapapun yang berdosa melawan Sakramen ini. Doanya sebagai berikut: "Santo Mikhael Malaikat Agung, bantulah kami dalam perang dan dalam tipu daya kejahatan iblis. Semoga Tuhan menghukum mereka, dan kau Sang Pangeran Bala Tentara Surga, dengan kekuatan Tuhan, lemparkanlah ke neraka semua iblis dan roh jahat yang berkelana di dunia hendak membinasakan jiwa-jiwa".
Sedangkan doa yg diambil dari Kaplet doa St Mikael yg dibuat oleh oleh Paus Leo XIII setelah mendapatkan penglihatan di Vatikan: "Santo Mikhael Yang Suci, bantulah kami dengan Segala Malaikat Sucimu. Ajari kami untuk mempertahankan iman di tengah kegelapan ini. Ajari kami untuk mempertahankan jiwa kami dan jiwa sesama kami. Ajari kami untuk menang dalam kesunyian dan patuh pada Tuhan. Ajari kami untuk mencintai Maria, Ratu Para Malaikat."
Peranan dalam Eksorsis, menurut sebuah buku harian yang ditulis oleh Romo Raymond Bishop, seorang pastor Yesuit di Universitas St. Louis, sekadar menyebut nama Santo Mikhael menyebabkan seorang anak laki-laki berumur 13 tahun mengalami parut-parut pada tubuhnya pada suatu eksorsisme (pengusiran setan). Menjelang akhir eksorsisme itu, anak tersebut mendapat penglihatan tentang Iblis dan sepuluh penolongnya yang terlibat dalam suatu pertempuran sengit melawan Santo Mikhael. Pada suatu saat, ketika bermimpi, malaikat itu tersenyum kepada anak itu dan berkata "Dominus” (Tuhan). Tak lama kemudian, anak itu berseru, "Setan! Setan! Aku adalah Santo Mikhael dan aku perintahkan engkau Setan dan roh-roh jahat lainnya untuk meninggalkan tubuh anak ini dalam nama Dominus, Segera. Sekarang! Sekarang! Sekarang juga!" Buku harian Romo Bishop digunakan oleh William Peter Blatty sebagai dasar untuk bukunya, The Exorcist, dan belakangan oleh Thomas B. Allen dalam bukunya 1993 Possessed: The True Story of an Exorcism.

2. Santo Rafael, artinya Tuhan yang menyembuhkan


Ia hanya muncul dalam kitab Tobit, Rafael ialah Penjaga Sakramen Tobat. Rafael digambarkan membawa Wadah Minyak Pengurapan dan ikan. Minyak melambangkan Penyembuhan melalui Sakramen Pengakuan Dosa. Ikan juga mengingatkan akan perlindungan yang ia berikan pada Tobit muda atas iblis Asmoday dan Penyembuhan atas ayahnya yang buta. Dalam kaplet Santo Rafael tertulis doa demikian: "Santo Rafael Malaikat Agung, engkau adalah Rafael Sang Penyembuh, Penunjuk Arah, untuk manusia yang dalam kesedihan dan kesusahan. Santo Rafael, Malaikat Kesehatan, bukti cinta dan kesukaan Cahaya Tuhan, doakanlah kami. Malaikat Suci Rafael, bantulah kami dengan Bala Tentara Malaikatmu! Kiranya kekuatan dan cintamu tumbuh pada kami. Yakinkan kami jika Cinta Tuhan akan menguasai hati kami dan memenangkan semua kebencian dan kekotoran yang disebarkan roh jahat di dunia ini."

3. Malaikat Agung Santo Gabriel


Kehadirannya juga dicatat pada kitab Daniel. Ia menjelaskan penglihatan tentang banteng yang melambangkan kehancuran Kerajaan Persia, akibat ulah Aleksander Agung. Ia juga memberitahu bahwa Kerajaan itu akan dibagi di antara Para Jendral mereka, termasuk Jendral Antiochus Ephiphanes. Daniel juga diberitahu oleh laki-laki yang bernama Gabriel, yang “terbang dan dengan lembut menyentuh dia” dan meramalkan Tujuh Minggu Sebelum Kedatangan Kristus. Ia adalah Malaikat Inkarnasi dan juga dikenal sebagai Malaikat Belas Kasihan. Malaikat Agung St. Gabriel, disebut Penjaga Sakramen Baptis. Gabriel adalah Malaikat Agung yang memberitakan Kabar Gembira dan Kemenangan Inkarnasi melawan dosa dan maut. Ia sering digambarkan memegang Bunga Lili, yang melambangkan Jiwa Murni yang dihasilkan melalui melalui Sakramen Baptis dan Sakramen Tobat, Dua Sakramen sebagai Buah Penebusan Kristus. Benderanya melambangkan Kasih Sayang Bunda Suci Yang Universal.
Dalam kaplet Santo Gabriel, tertulis doa sebagai berikkut: "Bapa di surga, melalui Keagungan Malaikat Gabriel kami menerima Inkarnasi Putra Tunggal-Mu. Melalui bantuannya kami mengenal dan meneladan Bunda Kebenaran Suci yang menjawab: “Jadilah padaku menurut perkataan Mu”. Santo Gabriel, ajaklah kami untuk memuji Bapa atas Hadiah berupa Putra-Nya dan mari kita berdoa semoga kita satu dalam RahmatNya, melalui BundaNya, kita akan menjadi Satu dalam Gereja atas Satu Gembala. Santo Gabriel Yang Suci, bantulah kami dengan Bala Tentara Malaikat-mu! Bantulah kami menjadi Pelayan Tuhan yang baik! Bantulah kami untuk menjaga dan mempertahankan murninya Pembaptisan sehingga kami mampu menjadi Pelayan Dia. Saat kami jatuh, arahkan kami sehingga kami dapat pulih. Melalui bantuanmu, semoga jiwa kami menjadi Tempat Kedamaian Dimana Tuhan dapat Tinggal."

4. Santo Uriel disebut Penjaga Sakramen Krisma


Ia membawa Pedang Kebenaran bagi Prajurit Kristus, yaitu kita, melalui Sakramen Krisma. Ia membawa Api, yang mengingatkan akan Turunnya Roh Kudus pada Pantekosta dan Bara yang merupakan Karunia Roh Kudus. Mengingatkan kita, jika hati harus dibakar dengan Cinta Tersuci pada Tuhan seperti para Seraphim, seperti Hati Suci Yesus dan Maria. Santo Uriel membawa Neraca yang melambangkan Penilaian tindakan kita. Itu juga melambangkan Neraca Milik Keadilan Sejati yang akan Menimbang di Hari Penghakiman. Dia kurang dikenal dalam Alkitab. Uriel. Malaikat agung, Santo Uriel yang memerintah Pemerintahan dan Kedamaian. Uriel membawa Pedang yang Menjaga Taman Eden. Wujudnya adalah seorang laki-laki yang membawa Pedang Menyala, dipanggil Malaikat Petir dan Terror. Dia diidentifikasi sebagai Seraphim dan Cherubim sekaligus dan dikenal dalam Kitab Wahyu, yang memanggil para burung untuk membinasakan para iblis dan yang memperingatkan Nuh akan air bah.
Dari kaplet doa Santo Uriel, tertulis: "Malaikat Agung St Uriel, bantulah kami dengan Bala Tentara Malaikatmu! Buatlah hati kami terbakar dengan Nyala Hati Tersuci. Bantulah kami untuk menggunakan Sakramen Penguatan Krisma yang merupakan Karunia dari Roh Kudus sehingga semakin Berbuah dalam jiwa kami. Berikan kami Berkat dari Pedang Kebenaran untuk menghalau semua yang menentang Harapan Tuhan dalam hidup kami, sehingga kami layak bergabung dalam tentara Surgawi."

5. Santo Yehudiel, Penjaga Sakramen Orang Sakit dan Sakratul Maut


Santo Yehudiel membawa sebuah Mahkota Yang Membara yang melambangkan Penebusan dan Belas Kasih Tuhan dan Kemenangan yang menunggu di Kehidupan selanjutnya sekaligus melambangkan penderitaan kita yang ditanggung dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.
Doa kepada Malaikat Santo Yehudiel sebagai berikut: "Santo Yehudiel, kau sangat kuat dan mengalahkan iblis Belzebub. Datanglah dan bantulah kami dengan Bala Tentara Malaikatmu! Temani kami dalam peperangan melawan serangan dari Neraka, yang mengancam Bunda Suci dan Gereja. Jagalah kami dalam Sakratul Maut dengan Kekuatan Kehadiranmu. Pertahankanlah kami, sehingga kami tidak menghilang tanpa Sakramen Terakhir, sehingga kami siap berdiri untuk menghadapi Hari Akhir. Lepaskan rasa iri dari hati kami melalui Kekuatan Tuhan yang kau miliki, sehingga kami bisa sepertimu, Memuji Kemuliaan Tuhan di kehidupan ini dan yang akan datang."

6. Malaikat Agung Santo Barachiel, memimpin sepasukan Malaikat 496,000.


Buku Henokh menjelaskan dirinya sebagai salah satu dari Empat Penguasa Serafim dan Malaikat Petir. Dia sering digambarkan dikelilingi, memegang Kelopak Mawar Putih di Dada Bangkit Melawan dan digambarkan sebagai Pemimpin Para Malaikat Pelindung.
Dalam Kitab Ketiga Henokh dia digambarkan sebagai salah satu Pangeran Malaikat, dengan Pasukan Beberapa 496.000 Malaikat, Pelayanannya Menghadirikan dia. Ia dihitung sebagai salah satu Empat Serafim Berkuasa dan terhitung Pangeran Dari Langit Kedua dan Urutan Bapa Pengakuan. Dia digambarkan dalam Almadel Salomo sebagai salah satu Malaikat Kepala Pertama dan Keempat Chora. Ia dianggap sebagai Malaikat Petir.
Dalam ikonografi Barachiel, kadang terlihat memegang Mawar Putih di Dada atau dengan Kelopak Mawar tersebar di Pakaian, khususnya Jubah. Dalam Gereja Katolik Roma, Barachiel digambarkan memegang Keranjang Roti.
Tanggung jawab Barachiel sangat beragam seperti Berkat Penghulu Malaikat Yang Bernama, Barachiel juga Kepala Malaikat Penjaga dan tertulis bahwa Barachiel dapat berdoa kepada Semua, demi manfaat, Para Malaikat itu yang berpikir, untuk berunding, jika ada yang tidak langsung berdoa kepada Malaikat Penjaga.
Santo Barachiel dalam Gereja Katolik dikaitkan dengan Sabtu, meskipun hal ini tidak disebutkan resmi oleh Gereja. Barachiel tradisional, juga dikaitkan dengan bulan Februari dan tanda Zodiak Pisces. Dia juga kadang digambarkan sebagai Penguasa Planet Jupiter dan tanda zodiak Scorpio.

7. Santo Sealtiel, Penjaga Misa Kudus.


Ia membawa Dupa melambangkan Doa dan Penyerahan pada Pengorbanan Tuhan dalam Misa Kudus. “Dan Malaikat lain datang dan berlutut di depan Altar dengan Pedupaan Emas dan disana diberikan padanya Pedupaan, yang berisi Doa Semua Orang Kudus di depan Altar Emas, dekat dengan Singasana Tuhan. Asap dari Pedupaan naik dari Tangan Para Malaikat itu” (Kitab Wahyu 8:3-4).
Doa kepada Malaikat Agung Santo Sealtiel: "Santo Sealtiel datanglah dengan Bala Bantuan Malaikatmu! Datanglah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Belas Kasih, datanglah ke pendoa yang hina ini; dan buatlah aku mengetahui Misteri Surga melalui Belas KasihNya Yang Tak Terbatas, menjadi Pelayan Altar-Nya. Doakan kami kami pada Yesus, semoga para imam memiliki hati yang sama dengan Hati-Nya!"


Sejarah Penampakan

Malaikat Agung Santo Mikhael


Santo Mikhael, Sang Malikat Perang, tidak hanya berfungsi sebagai Pengawal Perang Gereja Katolik. Tapi di masa-masa lalu, pada Gereja Timur, fungsinya sebagai penyembuh juga diberikan kepadanya. Tradisi menyebutkan bahwa pada tahun-tahun awal Santo Mikhael menjadikan sebuah mata air muncul di daerah Chairotopa dekat Kolose dan semua yang memiliki penyakit dan mandi disana sambil berseru kepada Santo Mikhael akhirnya mengalami kesembuhan. Yang lebih terkenal lagi, adalah sumber-sumber mata air dimana Santo Mikhael dikatakan telah membuat semburan air keluar dari bebatuan, di daerah itu. Para kaum pagan memerintahkan dilakukann upaya untuk menghancurkan sumber mata air yang datang dari Santo Mikhael tersebut, dengan cara membanjirinya dengan air, tetapi Malaikat Perang membelah batu-batu yang ada disana dengan kilat, untuk memberikan tempat baru bagi air yang membanjiri tempat tersebut dan memisahkannya dengan air yang datang dari sumber mata air miliknya. Di Konstantinopel, separti biasanya, Santo Mikhael merupakan seorang penyembuh yang hebat dari Surga. Para penganut Kristen dari Mesir menempatkan sungai-sumber kehidupan milik mereka, sungai Nil, di bawah perlindungan Santo Mikhael. Di Roma, Gereja-Gereja didirikan dan dipersembahkan untuk St. Mikahel seperti yang terjadi pada Gereja-Gereja di tahun 494. Pada masa Pemerintahan Santo Gregorius, terjadi wabah penyakit, ia memerintahkan untuk dilakukannya prosesi permohonan ampun dimana ia sendiri menggendong Patung Perawan Yang Terbekati, selama prosesi tersebut berlangsung. Delapan puluh orang meninggal selama prosesi itu, tetapi Santo Gregorius Agung terus melanjutkan doa-doanya. Ketika mereka sampai pada sebuah jembatan yang menyeberangi daerah Tiber, mereka mendengar lagu-lagu dari para malaikat di angkasa. Tiba-tiba di atas Menara Kastil San Angelo, Santo Mikhael muncul dalam ukuran raksasa. Di tangan kananya ia menggenggam sebuah pedang yang dibenamkan di dalam sarungnya. Di saat yang bersamaan, musibah penyakit di kota itu perlahan-lahan menghilang. Banyak dari instansi-instansi yang juga percaya akan adanya keajaiban alam mengilustrasikan kekuatan Santo Mikhael untuk menyembuhkan penyakit yang juga diberikannya kepada Santo Rafael, "Sang Penyembuh Penyakit dari Allah". Walaupun Panglima Perang dari Gereja Tuhan, Santo Mikhael menaruh perhatian lebih pada kejadiaan-kejadiaan yang terjadi pada orang-orang yang memujanya, terutama pada musibah-musibah yang terjadi atas mereka, sementara ia tidak melihat permintaan pribadi mereka untuk kesembuhan di dalam keadaan apapun, biarlah kita tetap memiliki sebuah keyakinan untuk meminta bantuan kepadanya pada saat kita sedang mengalami sakit penyakit dan jika itu merupakan Kehendak Tuhan bahwa kita boleh mengalami bantuan dari Santo Mikhael, maka ia pasti datang untuk membantu kita melawan penyakit dan mengalami kesembuhan yang datang dari Darah Penebus kita, Yesus Tuhan.

Santo Mikhael dan mereka yang sedang sekarat


Bila di dalam Belas KasihNya, Bapa kita Yang di Surga, memutuskan untuk memanggil kita pulang, Santo Mikhael akan melanjutkan pelayanannya sebagai maliakat atas kita sampai ia melihat kita telah sampai dengan selamat di Gerbang Kehidupan Kekal. Karena tidak hanya pada saat kita masih hidup Sang Malaikat Perang akan membentangi dan melindungi jiwa-jiwa kita, ia juga terutama adalah Pengacara pada saat kematian kita. "Ia menyertai setiap orang yang sedang sekarat," "Karena tugas istimewa adalah untuk menerima jiwa-jiwa yang telah dipanggil, pada saat raganya berhenti berfungsi, Ia dengan ketenangannya yang mendamaikan dan keberadaannya yang bagai seorang pangeran, membawa mereka kepada Cahaya Abadi dan memperkenalakan mereka kepada Rumah Kemuliaan Tuhan. Gereja Kudus sendiri yang memberitakan kepada kita pada kata-kata di saat Liturgi mengenai hak istimewa dari Sang Malaikat Perang Yang Agung. Gereja mengajarkan kepada kita bahwa ia telah diperintahkan oleh Surga dan bahwa Tuhan telah memberikannya kuasa untuk membawa ke Surga jiwa-jiwa yang akan diterima Disana."
Ketika saat-saat terakhir dari karir duniawi kita semakin dekat dan kita dihadapkan pada situasi yang buruk dimana jiwa kita harus meninggalkan tubah kita yang telah sangat dicintainya untuk melewati Gerbang Kematian yang sangat sempit, setan dan iblis menjadi seperti singa-singa yang kelaparan ketika mereka mengupayakan serangan terakhir mereka untuk memenangkan jiwa-jiwa kita. Tetapi kita tidak perlu takut jika selama hidup kita memiliki Devosi Kepada Darah Yang TerSuci dan yang telah dengan setia menghormati Santa Perawan dan Santo Mikhael serta Yang Kudus Lainnya, memohon bantuan di saat-saat akhir kita. Di waktu-waktu tersebut, ketika kita benar-benar membutuhkannya, Malaikat Perang Yang Tangguh, yang selalu siap untuk mendampingi jiwa-jiwa yang setia, akan datang sebagai bantuan untuk kita dengan kepemimpinannya yang mulia dan perkasa. Ia akan melingkupi kita dengan perlindungan yang kuat dan akan membawa kita. Oleh karena itu, sangatlah dianjurkan untuk memohon pertolongan Santo Mikhael, guna mendampingi kita saat-saat menjelang kematian kita.
Di tengah-tenggah tulisan Santo Alfonsus Ligouri, ditemukan sepaenggal cerita berikut mengenai penyertaan Santo Mikhael pada saat menjelang kematian: Seorang yang datang dari kaum ningrat di Polandia, hidup bertahun-tahun di dalam kejahatan. Ketika saat-saat menjelang kematiaannya semakin mendekat, ia dipenuhi dengan terror dan disiksa oleh penyesalan, manakala ia menyadari kecerobohan yang sering ia lakukan, sehingga ia merasa seperti tidak memiliki Pengharapan. Tidak ada ucapan ataupun penyemangat yang dapat berarti baginya; ia menolak sepenuhnya setiap upaya keagamaan yang ingin dilakukan kepadanya."
"Pria tidak bahagia ini, bagaimanapun, masih memiliki sedikti hormat kepada Santo Mikhael dan Tuhan dengan Belas KasihNya, mengijinkan Malaikat Perang Yang Suci ini untuk menghampirinya di perjuangan terakhirnya. Santo Mikhael, mendorong pria itu untuk mengakui dan mengatakan bahwa ia telah memohon untuk diberikan cukup waktu bagi pria itu untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh jiwanya." "Tidak terlau lama setelah itu, dua pastor Dominikan datang ke rumah pria tiu, mengatakan bahwa seorang asing telah mengirim mereka ke tempat dia. Pria yang sedang sakit itu menyadari bahwa ini merupakan pekerjaan tangan Santo Mikhael. Ia mengakui semua dosa-dosanya di tengah-tengah tangisan penyesalan, menerima Komuni Suci dengan Devosi yang sangat menyentuh dan menghembuskan nafas terkahir dengan indikasi yang sangat jelas bahwa jiwanya telah Berdamai dengan Allah."

LITANI SANTO MIKHAEL


Tuhan kasihanilah kami
Tuhan kasihanilah kami
Kristus kasihanilah kami
Kristus kasihanilah kami
Tuhan kasihanilah kami
Kristus dengarkanlah kami
Kristus kabulkanlah doa kami

Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.
Allah Putra, Penebus dunia,
Allah Roh Kudus,
Allah Tritunggal Maha Kudus, Tuhan Yang Maha Esa
Santa Maria, Ratu Para Malaikat, doakanlah kami

Santo Mikhael, Malaikat Agung,
Santo Mikhael, penuh dengan kebijaksanaan Ilahi,
Santo Mikhael, penyembah sempurna Sang Sabda yang menjelma,
Santo Mikhael, yang dimahkotai kehormatan dan kemuliaan,
Santo Mikhael, pangeran perkasa balatentara Tuhan,
Santo Mikhael, pembawa panji Tritunggal Maha Kudus,
Santo Mikhael, pelindung surga,
Santo Mikhael, penuntun dan penghibur Israel,
Santo Mikhael, kemegahan dan benteng bagi para pejuang Gereja,
Santo Mikhael, kehormatan dan kebahagiaan Gereja yang jaya,
Santo Mikhael, cahaya para malaikat,
Santo Mikhael, benteng kaum beriman,
Santo Mikhael, kekuatan bagi mereka yang berperang atas nama Yesus,
Santo Mikhael, penerang jiwa-jiwa di api penyuciaan,
Santo Mikhael, penerima jiwa setelah kematian,
Santo Mikhael, kekuatan dalam pertempuran,
Santo Mikhael, penakluk setan,
Santo Mikhael, panglima laskar surgawi,
Santo Mikhael, bentara kemuliaan Ilahi,
Santo Mikhael, perantara surgawi,
Santo Mikhael, pembela kebenaran,
Santo Mikhael, sukacita para malaikat,
Santo Mikhael, penopang umat Allah,
Santo Mikhael, pembawa panji keselamatan,
Santo Mikhael, malaikat perdamaian,
Santo Mikhael, penuntun jiwa-jiwa kepada Cahaya Abadi,
Santo Mikhael, penguasa surga,
Santo Mikhael, pangeran kami,
Santo Mikhael, pembela kami,

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
sayangilah kami, ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.

Kristus, dengarkanlah kami,
Kristus, kabulkanlah doa kami.

Doakanlah kami Santo Mikhael, Pangeran Gereja Yesus Kristus,
supaya kami layak menikmati janji-janji Kristus

Doa:
Kami mohon kepada-Mu ya Tuhan Yesus, kuduskanlah kami dengan berkat-Mu yang suci, dan dengan perantaraan Santo Mikhael berilah kami kebijaksanaan yang membuat kami mau menimbun harta surgawi dengan menukarkan semua hal duniawi dengan harta yang abadi, yaitu Engkau, Tuhan Yesus, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin


Novena Kepada Santo Mikhael


Santo Mikhael, Malaikat Agung, yang selalu setia untuk berjuang bagi Tuhan dan umatNya. Aku mencarimu dengan kepercayaan yang teguh dan memohon campur tanganmu, dengan seluruh kekuatanmu, untuk mengasihi Tuhan yang telah memberimu kemuliaan dalam rahmat dan kuasa, dan untuk mencintai Bunda Yesus, Ratu Para Malaikat, yang sudah mendengarkan doaku.

Engkau mengetahui betapa bernilainya jiwaku di Mata Tuhan. Dan jangan sampai ada noda kejahatan yang merusak keindahannya. Bantulah aku untuk menolak roh-roh jahat yang menggoda aku. Aku mau meneladani kesetiaanmu kepada Tuhan dan Bunda Gereja Yang Kudus, serta Keagungan Cintamu Yang Suci kepada Tuhan dan manusia. Dan karena engkau diutus oleh Allah untuk melindungi umatNya, aku mempercayakan kepadamu permohonanku yang khusus ini 

(sebutkan permohonan)

Santo Mikhael, perantara yang perkasa dari Allah kepada umat beriman. Aku menaruh pengharapan besar pada pertolonganmu. Aku sungguh percaya bahwa jika bantuan ini selaras dengan kehendak Allah, maka, doaku akan terkabulkan.

Santo Mikhael, doakanlah aku, agar aku bertumbuh dalam kasih. Lindungilah tubuh dan jiwaku dari segala bahaya. Bantulah aku dalam usahaku memenuhi segala kebutuhanku. Semoga dengan perantaraanmu yang penuh kuasa, aku dapat menikmati kehidupan yang kudus, mengalami kematian yang bahagia, dan menikmati surga di mana aku bersamamu akan memuji dan memuliakan Tuhan selamanya. Amin.

Bapa Kami ...
Salam Maria ...
Kemuliaan ...


1. DEVOSI KEPADA SANTO MIKHAEL


St. Mikhael Malaikat Agung adalah pelindung OFM Indonesia dan tarekat ini diabadikan dengan nama OFM Indonesia Provinsi St. Mikhael Malaikat Agung. Oleh karena itu kami perkenalkan kepada Anda devosi St. Mikhael yang terkenal yaitu Novena St. Mikhael dan Untaian Doa (kaplet) St.Mikhael. Semoga melalui doa-doanya, Anda semakin hidup kudus dan berkenan dihadapan-Nya.

Santo Mikhael Malaikat Agung, pemenang setia Allah dan umatNya, aku berpaling kepadamu dengan keyakinan dan memohon perantaraanmu yang kuat. Demi kasih Allah, yang membuat engkau begitu mulia dalam kasih karunia dan kemuliaan, dan demi kasih Bunda Yesus, Ratu Para Malaikat, mohon dengarkanlah doaku.
Engkau mengetahui nilai jiwaku di Mata Allah. Semoga tidak ada noda kejahatan yang menjelekkan keindahannya. Bantu aku menaklukkan roh jahat yang menggodaku. Aku ingin meniru kesetiaanmu kepada Allah dan Bunda Gereja yang Kudus dan kasihmu yang besar kepada Allah dan manusia. Dan karena engkau adalah utusan Allah untuk menjaga umat-Nya, aku percayakan kepadamu permohonan khusus ini:

(sebutkan permohonan)

Santo Mikhael, karena engkau, merupakan kehendak Sang Pencipta, adalah perantara yang kuat bagi umat Kristiani, aku memiliki keyakinan kuat dalam doa-doamu. Aku sungguh-sungguh percaya bahwa jika memang Kehendak Kudus Allah maka permohonanku akan dikabulkan. Doakanlah aku ya Santo Michael, dan juga bagi mereka yang aku kasihi. Lindungilah kami dalam segala mara bahaya yang mengancam tubuh dan jiwa. Bantulah kami dalam keperluan kami sehari-hari.
Melalui perantaraan doamu yang kuat, semoga kami Hidup Kudus, mati bahagia dan mencapai Surga dimana kami bisa memuji dan mengasihi Allah bersama engkau selamanya..

Amin.

Sebagai ungkapan terimakasih kepada Allah karena Kasih Karunia yang diberikan pada St. Michael, ucapkan satu Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan.
Umat beriman yang mendaraskan dengan sungguh-sungguh beberapa doa lain untuk menghormati St. Mikhael dengan intensi meneruskan doa-doa tersebut selama sembilan hari berturut-turut akan mendapatkan Indulgensi.


2. DEVOSI KEPADA SANTO MIKHAEL


Santo Mikhael,
Bantulah dan lindungilah kami dalam perang melawan kejahatan dan tipu daya setan. Kami mohon dengan rendah hati kiranya Allah menghukumnya. Dan engkau panglima bala tentara surga, dengan kekuatan Ilahi, usirlah kembali ke dalam neraka, setan dan roh jahat lainnya yang berkeliaran di atas bumi yang hendak membinasakan segala jiwa. Amin.
Secara berurutan Kaplet Doa Santo Mikhael didaraskan sebagai berikut:

Dalam Nama Bapa ...
Doa pembukaan:
Ya Tuhan, dampingilah aku.
Ya Allah, bergegaslah menolong aku.

Kemuliaan ...

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan Serafim, semoga Tuhan berkenan menjadikan kami layak untuk menerima api kasih-Nya yang sempurna dalam hati kami. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan Kerubim, semoga Tuhan berkenan mencurahkan kami rahmat agar dapat meninggalkan jalan-jalan yang sesat untuk mengikuti jalan kesempurnaan Kristiani. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Singgasana Surgawi , semoga Tuhan berkenan menanamkan ke dalam hati kami semangat kerendahan hati yang sejati dan murni. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Penguasa Surgawi, semoga Tuhan berkenan mencurahkan kami rahmat agar dapat mengendalikan perasaan-perasaan kami dan mengalahkan nafsu-nafsu kami yang tidak teratur. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Kekuatan Surgawi, semoga Allah menjaga jiwa-jiwa kami dari semua tipu muslihat dan godaan-godaan setan. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Keutamaan Surgawi yang menakjubkan, semoga Tuhan menjaga kami dari kejatuhan ke dalam pencobaan-pencobaan dan membebaskan kami dari kejahatan. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Pangeran Kerajaan Surgawi, semoga Tuhan memenuhi hati kami dengan semangat ketaatan yang tulus dan sejati. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Malaikat Agung Surgawi, semoga Tuhan memberikan kami anugrah ketekunan dalam iman dan dalam semua perbuatan yang baik, sehingga kami dapat memperoleh kemuliaan di surga. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Malaikat Kudus, semoga Tuhan berkenan mengutus mereka untuk melindungi kami dalam kehidupan sekarang, dan juga setelah kami mati agar dituntun ke dalam kemuliaan surgawi yang abadi. Amin

Bapa Kami ... (4x)

Doa penutup:
Malaikat Mikhael, Pangeran yang mulia, kepala pasukan surgawi, penjaga jiwa-jiwa manusia, penakluk malaikat-malaikat pemberontak, pengurus rumah Allah di bawah Yesus Kristus, pemimpin kami yang patut dihormati, dianugrahi kesempurnaan dan kebajikan yang istimewa, bebaskanlah kami dari setiap penyakit dan semua kejahatan, kami dengan penuh keyakinan meminta bantuan kepadamu. Dengan perlindunganmu yang sempurna, mampukanlah kami untuk melayani Tuhan dengan setia setiap hari. Doakanlah kami  Malaikat Mikhael yang mulia dan terberkati, Pangeran Gereja Yesus Kristus.

 supaya kami layak menikmati janji-janji Kristus.
Allah yang Mahakuasa dan kekal dalam kemurahan dan kasih abadi-Mu, demi keselamatan umat manusia, Engkau telah menunjuk Malaikat Mikhael untuk menjadi pengeran Gereja-Mu. Kami memohon kepada-Mu, agar dalam perlindungannya yang sempurna, kami dibebaskan dari semua musuh kami, agar tidak ada satu pun dari mereka akan pernah dapat mencelakakan kami. Dan agar bersama dia kami dapat masuk ke dalam kemuliaan Ilahi-Mu, demi Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin


Catatan:


STRUKTUR DAN KONTEN


Bagian pertama

Litani dimulai dengan memanggil memohon pengampunan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, dalam "Kyrie eleison", "Christe eleison", Kyrie eleison ". Lalu, mengingat Kristus sebagai Juruselamat dan Perantara, meminta Dia mendengar umat. untuk membuat lebih tenteram ibadat doa umat, lagi umat meminta masing-masing Pribadi Tritunggal Kudus, belas kasihan dan ditambahkan judul-judul yang memberi klaim umat untuk pertimbanganNya, umat berseru kepada Yang Pertama: Allah, Bapa di surga, kepada siapa umat berutang keberadaan dan kehidupan; Kedua: Penebus dunia, untuk siapa umat berutang Keselamatan; Ketiga: Roh Kudus, kepada siapa umat berhutang Pengudusan dan kemudian pada Tritunggal Maha Kudus, Satu Allah. Demi Rahmat Allah, umat menyadari ketidaklayakan sendiri, meminta syafaat dari orang-orang yang telah menjadi teman Khusus-Nya, melalui Kehidupan Kudus, Orang-Orang Kudus dalam persekutuan abadi dengan Nya. Terutama di antara ini berdiri Maria, Putri Terpilih dari Bapa, Ibu Tak Bernoda, Anak, Pengantin Suci Roh Kudus - umat menyebut pada DiriNya dengan Tiga Doa: Santa Maria, Bunda Allah, Tetap Perawan. Umat kemudian memanggil Roh Diberkati yang tetap teguh dalam kesetiaan mereka pada Yang Maha Kuasa selama pemberontakan Lucifer dan pengikutnya: Mikhael, Pangeran dari Penghuni Surga; Gabriel, "Ketabahan Allah", Pendamping Terpercaya dari Tobias; dan Para Malaikat lainnya dan Perintah Diberkati "roh-roh, dikirim ke minister untuk mereka yang akan menerima Warisan Keselamatan" (Ibrani 1:14). Selanjutnya dalam keyakinan umat tentang Dia ada Kristus berkata "Ada beroleh atau meningkat di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis" (Matius 11:11), pendahulu dari Tuhan, yang terakhir dari Para Nabi Perjanjian Lama dan yang pertama dari Perjanjian Baru. Selanjutnya dalam rangka kedatangan St Yusuf, ayah angkat dari Sabda; dan semua Para Leluhur dan Para Nabi yang menyelamatkan jiwa mereka dengan Pengharapan-Nya yang diharapkan oleh bangsa-bangsa. Kemudian diikuti Para Kudus: Petrus, Pemimpin Pertama Para Rasul, Wakil Kristus; Paulus, Rasul bangsa-bangsa; Andreas, yang pertama kali mengindahkan Panggilan Guru; Yakobus dan Yohanes Penginjil, murid yang terkasih, dengan St Petrus yang paling disukai oleh Kristus; Thomas, yang disebut Didimus, yang menerima dari Kristus bukti sinyal Kebangkitan-Nya; Yakobus, Uskup Pertama Yerusalem; Philipus; Bartolomeus; Matius, pernah disebut Levi, korban-pengumpul, yang menulis Injil Pertama; Simon orang Zelot; Yudas Tadeus; Matthias, yang dipilih untuk mengisi tempat Yudas Iskariot; Barnabas, yang disebut dengan Kerasulan oleh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 13:2); Lukas, dokter, penulis Injil Ketiga dan Kisah; Markus, Penginjil, murid Santo Petrus, Semua Rasul dan Penginjil, Para Murid Kudus Tuhan, Kudus Yang Tak Berdosa Kudus, bayi Bunga-Martir, "Bayi-Bayi Yang dibunuh atas perintah Herodes, mengakui NAMA Tuhan tidak dengan berbicara tapi dengan kematian" (Rom. brev.). Para Martir yang mulia, kemudian dipanggil: Stephen Diakon, Protomartyr, dilempari batu di Yerusalem sementara berdoa untuk algojo Nya (Kis 07:58); Laurence, Para Diakon Agung Romawi; Vincent, Diakon dari Saragossa di Spanyol; Fabian, Paus dan Sebastian, prajurit; Yohanes dan Paulus, saudara di Pengadilan Constantia, putri Constantine; Cosmas dan Damian, dokter terkenal Aegea di Kilikia; Gervasius dan Protasius, saudara di Milan; setelah mengikuti impetration kolektif dari semua martir suci. Litani sekarang meminta berdoa St Sylvester, Paus yang melihat kemenangan yang Tersalib lebih dari paganisme; Dokter Gereja; Sts. Gregorius Agung, Paus; Ambrose dari Milan; Agustinus dari Hippo, di Afrika; dan Jerome, yang mewakili Dalmatia dan Tanah Suci; yang terkenal Bishops Martin dari Tours; Nicholas dari Myra; dari semua uskup yang kudus dan bapa pengakuan; dari semua guru suci; pendiri ordo religius: Anthony, Bapa dari para petapa gurun; Benediktus, patriark dari para biarawan Barat; Bernard; Dominic; Francis; dari semua imam suci dan orang-orang Lewi; biarawan dan pertapa. Kami kemudian memanggil Maria Magdalena, model penebusan dosa Kristen dan kehidupan kontemplatif, di antaranya Kristus berkata: "kemanapun Injil ini akan diberitakan di seluruh dunia yang juga yang ia telah dilakukannya, harus diberitahu untuk mengingat dia" (Matius 26:13); perawan dan martir: Agatha, Lucy, Agnes, Cecilia, Catherine, dan Anastasia Muda; dan kesimpulan dari perawan suci dan janda; semua pria dan wanita kudus.

Bagian Kedua

Bagian kedua dari litani dimulai dengan seruan lain dari "Berbelas kasihanilah kami, lindungilah kami ya Tuhan; Berbelas kasihanilah kami, bermurah hatilah mendengarkan kami ya Tuhan". Kami kemudian menghitung penyakit dari yang kami harap akan disampaikan: Dari segala kejahatan; dari dosa; murka Allah; tiba-tiba dan kematian unprovided; jerat iblis; kemarahan, kebencian dan semua niat jahat; semangat percabulan; petir dan badai; bencana gempa; wabah penyakit, kelaparan, dan perang; dari kematian kekal. Untuk membuat doa kita lebih efektif, kami hadir untuk Kristus semua yang Dia lakukan bagi kita melalui misteri inkarnasi, melalui kedatangan-Nya, kelahiran, baptisan dan suci, salib dan sengsara, wafat dan penguburan, kebangkitan suci, kenaikan mengagumkan, yang kedatangan Roh Kudus, Penghibur dan kami menyimpulkan dengan permohonan, "pada hari penghakiman, ya TUHAN, bebaskanlah kami."

Bagian Ketiga

Dalam bagian ketiga kita dengan rendah hati mengakui kami tidak layak: "Kami, orang-orang berdosa, mohon Engkau, mendengar kita" dan menambahkan daftar nikmat yang kita ingin mendapatkan: bahwa Tuhan mengampuni kita; maafkan kami; dan membawa kita ke pertobatan sejati; bahwa Dia mengatur dan menjaga Gereja-Nya yang kudus; melestarikan Uskup Apostolik kami, dan semua perintah Gereja, dalam agama suci; merendahkan musuh-musuh Gereja; memberikan ketenangan dan kerukunan sejati untuk raja-raja Kristen dan pangeran; perdamaian dan persatuan bangsa-bangsa Kristen; memperkuat dan melindungi kita dalam pelayanan-Nya yang kudus; meningkatkan pikiran kita dengan keinginan surgawi; pahala dengan kekal baik semua dermawan kami; membebaskan kita, saudara-saudara kita, kaum kerabat, dan dermawan, dari hukuman kekal; memberikan dan melestarikan buah dari bumi; dan memberikan istirahat abadi kepada berangkat umat beriman. Kami meminta semua ini dalam memanggil Anak Allah, tiga kali memanggil Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kami mengulangi "Kyrie", seperti di awal dan menambahkan doa yang diajarkan oleh Kristus sendiri, Bapa Kami. Kemudian ikuti Mazmur 69, "Ya Allah, datang bantuan kepada saya", dll. dan sejumlah ayat, tanggapan dan doa-doa, memperbaharui ex-petisi. Kami menyimpulkan dengan permintaan sungguh-sungguh untuk didengar dan banding untuk pergi setia.


BENTUK

Tiga bentuk Litani Para Kudus yang

saat ini digunakan Liturgi.


Bentuk Pertama

Bentuk yang diberikan di atas yang dirumuskan oleh Ritual Romawi pada peletakan batu penjuru dari Gereja baru, berkat atau rekonsiliasi yang sama atau dari makam, dalam ritus pemberkatan orang-orang dan dalam bidang kebajikan khusus indult Kepausan, untuk Rogation mayor dan minor Hari, dalam prosesi dan doa untuk mendapatkan hujan atau cuaca cerah, untuk menghindari badai dan prahara, pada saat kelaparan atau perang, untuk menghindari kematian atau pada waktu penyakit sampar, dalam kesusahan apapun, selama penerjemahan relikwi, dalam eksorsisme serius dari kerasukan dan pada Devosi empat puluh jam. Roman Pontifical, selain kesempatan yang diberikan dalam Ritual, memerintahkan bacaan dalam penganugerahan perintah utama, dalam Konsekrasi Uskup, berkat dari seorang abbas atau kepala biara, Konsekrasi Perawan, penobatan seorang raja atau ratu, Konsekrasi dari Gereja, pengusiran dan penerimaan kembali peniten publik pada hari Kamis Putih dan dalam "Ordo ad Synodum".

Bentuk Kedua

Bentuk lain diberikan dalam Misale Romawi untuk Sabtu Suci dan Vigil Pentakosta. Ini adalah singkatan dari yang lain. Setiap ayat dan respon harus digandakan dalam Litani ini dan dalam menyerukan kepada Hari-Hari Berdoa (SIC, 3993, ad 4).

Bentuk Ketiga

Bentuk ketiga adalah di "Commendation" dari Ritual Romawi, dimana doa dan permohonan secara khusus dipilih untuk manfaat keberangkatan jiwa akan hadir sebelum Pembuatnya (Holzhey, "Thekla-Akten", 1905, 93). Ini dan bentuk sebelumnya tidak dapat digunakan pada kesempatan lain (SRC, 2709, ad 1).
Sebelumnya ini istiadat untuk memohon tingkat Orang-Orang Kudus saja, maka nama individu ditambahkan dan di banyak Tempat Kudus lokal yang ditambahkan (Rock, "Gereja Bapa Kami", London, 1903, 182; "Manuale Lincopense", Paderborn, 1904 , 71). Untuk mendapatkan keseragaman, perubahan dan penambahan yang dilarang disetujui (SRC, 2093, 3236, 3313).


Konteks dan latar belakang


Sementara Gereja Katolik menganggap Liturgi sebagai pusat kehidupan dan misi Gereja dan mendorong umat Katolik untuk berpartisipasi dalam sesering mungkin, juga mengakui sifat obyektif Liturgi dan mendorong budidaya tindakan saleh dan renungan pribadi; Konstitusi Sacrosanctum Concilium menyatakan, "Kehidupan spiritual, bagaimanapun, tidak terbatas hanya pada partisipasi dalam Liturgi. ... devosi populer dari orang-orang Kristen harus sangat dipuji, asalkan sesuai dengan hukum dan norma-norma Gereja, di atas semua ketika mereka diperintahkan oleh Apostolik.Beberapa faktor membentuk efektifnya praktek ibadah, misalnya daya tarik emosional yang kuat, sebuah kesederhanaan bentuk yang menempatkan itu dalam jangkauan semua, hubungan dengan semua orang yang terlibat dalam praktek-praktek yang sama dan derivasi mereka dari contoh orang lain yang dianggap menjalani kehidupan suci.
Sejak Abad Pertengahan, paus telah mendorong Devosi seperti Ekaristi Adorasi, Rosario dan Jalan Salib. Namun, posisi Gereja berkaitan dengan keutamaan Liturgi Ibadah lebih spesifik selalu dijaga. Di sisi lain, Ibadah Kudus telah mempengaruhi beberapa bagian penting dari Kalender Katolik, seperti Hari Raya Corpus Christi hadir setelah Petisi oleh mereka yang mengikuti pengabdian; atau berbagai Pesta Marian yang secara bertahap hadir dengan pertumbuhan devosi. Devosi Katolik dapat membentuk dasar dari acara komunitas besar misalnya Patung Kami: Our Lady of Zapopan, menarik lebih dari satu juta orang pada tanggal 12 Oktober setiap tahun sebagai patung peziarahan melalui jalan-jalan, bergerak dari satu ke Katedral yang lain.
Dalam tradisi Katolik Roma, berbagai praktik telah dikembangkan, dari devosi kepada Tritunggal Maha Kudus untuk Orang-Orang Kudus tertentu mulai dari Saint Joseph Saint Francis Xavier. Tiga tingkat Hirarki Latria, Hyperdulia dan Dulia, ditentukan jenis ibadah yang tepat dan Penghormatan untuk situasi yang berbeda. The Latria jangka panjang (dari λατρεία Yunani, latreia) digunakan untuk Ibadah, Pemujaan dan Penghormatan diarahkan hanya untuk Tritunggal Maha Kudus. Dulia (dari δουλεία Yunani, douleia) adalah jenis Kehormatan yang diberikan kepada Persekutuan Para Kudus, dengan pengecualian dari Santa Perawan Maria, yang dihormati dengan Hyperdulia. Maka Hyperdulia di bawah Latria dan di atas Dulia.
Berbagai tindakan yang tidak disetujui, seperti promosi surat berantai yang berisi doa-doa atau keyakinan bahwa penggunaan patung Saint Joseph dapat mempercepat penjualan rumah sebagai tidak arif, tahayul terhadap nilai-nilai Katolik. Secara umum, tindakan dan keyakinan yang bertujuan memanipulasi Mujizat Ilahi untuk tujuan keuntungan tertentu, selalu dikecam karena bertentangan dengan praktik-praktik kearifan Katolik.


LITANI ORANG KUDUS

Model Litani yang sangat kuno


Sejarah

Ini digunakan dalam "Litania Septiformis" St Gregorius Agung dan dalam prosesi St Mamertus. Di Gereja Timur, Litani dengan doa Orang-Orang kudus yang bekerja pada hari-hari St Basil dan St Gregorius Thaumaturgus (d sekitar 270.) (Basil, Ep LXIII (d 379.);. Socrates, VI, viii, Sozomen, VIII, vii). Tidak diketahui kapan atau oleh siapa Litani itu Berdiri, tetapi urutan dimana Para Rasul yang diberikan, sesuai dengan yang dari Canon Misa, membuktikan keantikannya (Walafr. Strabo, "De Reb. Pengkhotbah.", Xxiii ).


Litani Katolik Roma


(Litania Latin, letania, dari lite Yunani, doa atau permohonan)
Adalah Litani, yang terkenal dan banyak bentuk, dihargai pada permohonan responsif, yang digunakan dalam liturgi publik dan dalam ibadah-ibadah pribadi, untuk kebutuhan umum Gereja atau bencana - memohon bantuan Tuhan atau hanya untuk meredakan murka-Nya. Bentuk doa, ditemukan modelnya dalam Mazmur cxxxv: "Pujilah TUHAN, sebab Ia baik.... Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." dan lainnya, dengan kata-kata penutup di setiap ayat, "karena rahmat-Nya Bahwasanya untuk selama-lamanya.", mirip Kidung Pujian oleh para pemuda dalam api pembakaran (Daniel 3: 57-87), dengan respon, "pujian dan meninggikan Dia selama-lamanya." Dalam Misa Gereja Oriental, kita menemukan beberapa Litani digunakan, bahkan pada hari ini. Menjelang akhir Misa para Katekumen Diakon, meminta semua untuk berdoa; ia merumuskan Petisi dan semua menjawab "Kyrie Eleison". Ketika Katekumen akan pergi, Diakon meminta doa untuk Perdamaian dan Kesejahteraan dunia, untuk Kudus, Katolik dan Apostolik, bagi Para Uskup dan Imam, orang sakit, bagi mereka yang sesat, dll, untuk masing-masing Petisi jawaban yang setia "Kyrie Eleison" atau "Berilah kami, 0 Tuhan" atau "Kami mohon kepadaMu." Litani ini disimpulkan dengan kalimat: "Selamatkan kami, mengembalikan kita lagi, 0 Tuhan, dengan rahmat-Mu." Petisi terakhir di Litani kami para Orang Suci, dengan tanggapan "Lepaskanlah kami, 0 Tuhan" dan "Kami mohon Engkau mendengar kita", menunjukkan kemiripan besar untuk Misa Litani Gereja Yunani. Dalam Ambrosian atau Milanese Rite, dua litani dibacakan pada hari Minggu Prapaskah, bukan "Gloria in excelsis". Dalam Stowe, Misa Litani dimasukkan antara Surat dan Injil (Duchesne, "Ibadah Kristen", London, 1904, 199). The Roman Missal, telah mempertahankan doa untuk semua kelas orang di Misa Presanctified pada Jumat Agung, Litani Penuh pada hari Sabtu Suci dan pengulangan triple "Kyrie Eleison", "Christe Eleison", "Kyrie Eleison", di setiap Misa. sering diulang "Kyrie", mungkin bentuk asli dari Litani dan telah digunakan di Asia dan di Roma pada jaman yang sangat awal. Dewan Vaison di 529, SK: "Biarkan bahwa kebiasaan yang indah dari semua provinsi Timur dan Italia akan berlanjut, yaitu, bahwa bernyanyi dengan efek yang besar dan penyesalannya. "Kyrie Eleison" dalam Misa, Matins dan Vesper, "karena begitu manis dan nyanyian menyenangkan, meskipun hari berjalan dan malam tanpa gangguan, tidak bisa dihadirkan bosan atau kelelahan." Jumlah pengulangan tergantung pada Selebran. Litani ini dirumuskan dalam Brevir Romawi di "Preces Feriales" dan di Biara Brevir untuk setiap "Hora" (Rule of St Benediktus, ix, 17). Pengulangan terus-menerus dari "Kyrie" digunakan hari ini di Konsekrasi Gereja, sementara Relik untuk ditempatkan di Altar, yang dibawa dalam prosesi di sekitar Gereja. Karena "Kyrie" dan petisi lain dikatakan sekali atau lebih sering, Litani disebut Planœ, Ternœ, Quinœ, Septenœ.
Ketika Pendamaian diberikan kepada Gereja setelah tiga abad Penganiayaan Berdarah, ibadah umum menjadi umum dan prosesi sering dilakukan dengan preferensi untuk Pensucian Hari Kafir, Prosesi ini disebut Litani dan di dalamnya Gambar dan Lambang Rohani lain diganti. Di Roma, Paus dan orang-orang akan pergi pada Prosesi setiap hari, terutama di Prapaskah, ke Gereja yang berbeda, untuk merayakan Misteri Kudus. Demikian asal Romawi "Stasiun" dan yang disebut "Major Litania" atau "Romana". Ini diadakan pada 25 April, dimana Hari Kafir, Pesta Festival Robigalia, fitur Utama Prosesi. Litani Kristen yang diganti itu mulai dari Gereja St. Lorenzo di Lucina, diadakan sebuah Stasiun di St. Valentino Luar Tembok dan kemudian di Jembatan Milvian. Dari situ, tidak dilanjutkan ke Jalan Claudian, karena kafir yang telah melakukan, menjadi ke kiri ke Vatikan, berhenti di sebuah salib, dari situs yang tidak diberikan dan lagi di Perlambang Surga atau Atrium Santo Petrus dan akhirnya di Basilika itu sendiri, dimana stasiun diadakan (Duchesne, 288). Pada 590, ketika wabah penyakit yang disebabkan oleh limpahan Tiber yang melanda Roma, Gregorius Agung memerintahkan Litani yang disebut "Septiformis"; pada hari sebelumnya ia mendesak orang-orang untuk sungguh-sungguh berdoa dan mengatur perintah untuk diamati dalam Prosesi, yaitu, bahwa imam dari S. Giovanni Battista, laki-laki dari S. Marcello, para biarawan dari SS. Giovanni e Paolo, perempuan yang belum menikah untuk SS. Cosma e Damiano, wanita menikah dari San Stefano, janda dari S. Vitale, orang miskin dan anak-anak dari S. Caecilia, semua untuk bertemu di S. Maria Maggiore. "Litania Kecil", atau "Gallicana", pada Rogation Hari sebelum Ascension, diperkenalkan (477) oleh St Mamertus, Uskup Vienne, pada gempa bumi dan bencana lainnya yang lazim. Itu dirumuskan untuk seluruh kaum Frank Gaul, di 511, oleh Dewan Orléans (bisa. Xxvii). Untuk Roma, diperintahkan oleh Leo III, di 799. Dalam Ritus Ambrosian Litani ini dirayakan pada hari Senin, Selasa dan Rabu ,setelah Ascension. Di Spanyol dimukan Litani serupa dari Kamis sampai Sabtu setelah Pantekosta, lain dari yang pertama, ketiga bulan November, diperintahkan oleh Dewan Gerunda di 517 dan yang lain lagi untuk Desember, diperintahkan oleh sinode Toledo di 638. Di Inggris, Rogation Days (Gang-Days) Litany, dikenal di periode awal. Di Jerman, diperintahkan oleh Sinode Mainz di 813. Karena fakta bahwa Misa Litani menjadi populer melalui penggunaannya dalam Prosesi, varietas jumlahnya segera dibuat, terutama di Abad Pertengahan. Litani muncul untuk menghormati Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, Darah Mulia, Santa Perawan, Immaculate Conception, masing-masing dari Orang-Orang Kudus dihormati di berbagai negara, bagi jiwa-jiwa di api penyucian , dll. 1601 Baronius menulis, bahwa sekitar delapan puluh bentuk yang beredar. Untuk mencegah penyalahgunaan, Paus Clement VIII, berdasarkan Keputusan Inkuisisi dari 6 September 1601, melarang publikasi Litani apapun, kecuali bahwa Orang-Orang Kudus seperti yang ditemukan dalam buku-buku Liturgi dan Loreto. Hari ini, Litani disetujui sebagai bacaan umum: Semua Orang Kudus, Loreto, dari Nama Kudus, Hati Kudus dan St Yosef.


Devosi Katolik Roma


Ibadat Gereja Katolik Timur, Gereja Individu, Gereja Ortodoks.
Devosi Katolik Roma, adalah "perilaku eksternal luhur" yang bukan bagian dari Liturgi Resmi di Gereja Katolik tetapi merupakan bagian dari praktek-praktek Spiritualitas Populer Katolik. Devosi Katolik, tidak menjadi bagian dari Ibadah Liturgi, bahkan, jika itu dilakukan dalam sebuah Gereja Katolik, dalam kelompok, di hadapan imam. Kongregasi untuk Ibadat Ilahi, Vatikan menerbitkan sebuah Direktori pada Kesalehan Populer dan Liturgi. Devosi kepada Para Kudus, dengan Perawan Maria sebagai Contoh yang paling menonjol, adalah Karakteristik Utama dari Katolik Roma. Devosi Katolik, memiliki berbagai bentuk, mulai dari formal, doa multi-hari seperti Novena dengan kegiatan yang tidak melibatkan doa apapun, seperti Adorasi Ekaristi di luar Misa, Pemakaian Scapular, Penghormatan Orang Kudus dan bahkan praktek hortikultura, seperti mempertahankan Taman Maria. Contoh umum Devosi Katolik termasuk Rosario, Stasiun Salib, Hati Kudus Yesus, Wajah Kudus Yesus, berbagai Scapular, Hati Maria Tak Bernoda, Our Lady of Guadalupe, 7 Penderitaan Maria, Novena ke berbagai Orang Kudus, ziarah dan Devosi kepada Sakramen Maha Kudus dan Penghormatan Gambar-Gambar Suci seperti Santeros, dll.


Devosi kepada Tritunggal Maha Kudus


Pesta Tritunggal Maha Kudus adalah Hari Bakti dirayakan pada hari Minggu pertama setelah Pentakosta dan menghormati Tiga Pribadi Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Novena kepada Tritunggal Maha Kudus dapat mencakup Kemuliaan, serta doa-doa lain, meskipun doa-doa lain mungkin berbeda.
Menurut Fátima, pelihat Lúcia Santos pada September akhir atau Oktober 1916, Angel of Peace muncul untuk ketiga kalinya pada dirinya dan visioner lain, sepupunya Francisco dan Jacinta Marto, dan mengajarkan mereka Doa Persembahan kepada Tritunggal Maha Kudus.


Devosi kepada Yesus


Beberapa devosi luas dalam tradisi Katolik berhubungan langsung dengan Yesus Kristus. Ajaran-ajaran Katolik resmi mempertimbangkan Adorasi Ekaristi, praktek penting yang "menstimulasi umat beriman untuk menyadari akan keberadaan - mengagumkan Kristus - dan merupakan ajakan untuk persekutuan rohani dengan Nya." Banyak dalam Adorasi Ekaristi dilakukan oleh setiap orang selama satu jam tanpa gangguan yang dikenal sebagai Jam Kudus. Inspirasi untuk Jam Kudus adalah Matius 26:40 ketika Malam di Taman Getsemani sebelum penyaliban Nya, Yesus bertanya kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?"
Beberapa devosi memiliki bentuk Kisah Persembahan kepada Yesus Kristus untuk Penderitaan dan Penghinaan yang Yesus alami selama Sengsara Nya atau dosa penghujatan, misalnya Doa Golden Arrow. Renungan, melibatkan Hati Kudus Yesus, pertama kali muncul pada abad kesebelas dan kedua belas, tetapi kebanyakan ibadah saat ini dikaitkan dengan Saint Mary Margaret Alacoque (1647-1690).
Dalam tradisi Katolik Roma, Hati Kudus telah dikaitkan erat dengan Kisah Persembahan kepada Yesus Kristus.
Devosi kepada Wajah Kudus Yesus, waktu Suster Marie kembali ke Santo Petrus pada 1843, yang melaporkan visi Yesus dan Maria dimana dia diperintah untuk menyebarkan devosi kepada Wajah Kudus Yesus, silih bagi banyak penghinaan Yesus, Penderitaan dalam Sengsara Nya. Hal ini terwujud Pendoa untuk The Golden Arrow Holy Face Devotion. Devosi kepada Wajah Kudus Yesus, pertama kali disetujui oleh Paus Leo XIII pada 1885, Suster Maria Pierina de Micheli selanjutnya dipromosikan mengabdi berdasarkan Gambar dari foto Secondo Pia dari Kain Kafan Turin. Pada tahun 1958, Paus Pius XII menyetujui Pengabdian dan Medali Wajah Kudus dan dikonfirmasi oleh Pesta Wajah Kudus Yesus sebagai Selasa Shrove (Selasa sebelum Rabu Abu) untuk semua Katolik.
Devosi lain, termasuk Mercy Divine berdasarkan visi Saint Faustina Kowalska, yang dikenal sebagai "Rasul of Mercy" dan Devosi Jumat Pertama yang berhubungan dengan devosi kepada Hati Kudus Yesus. dan Koronka Lima Luka.


Devosi Marian


Berbagai macam Devosi Marian dipraktekkan oleh Katolik Roma dan Katekismus Gereja Katolik butir 971 menyatakan: "pengabdian Gereja kepada Santa Perawan intrinsik untuk ibadah Kristen." Pada tahun 1993 Paus Yohanes Paulus II menganjurkan para imam untuk menumbuhkan devosi kepada Santa Perawan Maria.  Beberapa keyakinan tentang Devosi Marian, telah ditegaskan oleh Orang-Orang Kudus dan teolog, tetapi belum secara Dogmatis disetujui oleh Gereja. Contoh keyakinan bahwa Ibadah Marian adalah Tanda Predestinasi, didukung oleh Santo Bernard dari Clairvaux, Santo Bonaventure dan Santo Alphonsus Liguori serta R. Garrigou-Lagrange. Dalam Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, Paus Yohanes Paulus II menekankan pentingnya Ibadah Marian, dengan mengutip Santo Louis de Montfort:
Karena Maria adalah dari semua makhluk yang paling serupa dengan Yesus Kristus, maka bahwa di antara semua devosi yang kebanyakan menguduskan dan sesuai jiwa untuk Tuhan kita adalah Devosi Kepada Maria, Ibu-Nya Kudus dan bahwa semakin banyak jiwa disucikan kepadaNya lebih akan hal itu dipersembahkan kepada Yesus Kristus.
Ajaran Gereja Katolik Roma dan tradisi, termasuk ibadah tertentu seperti Persembahan Kisah kepada Perawan Maria untuk Penghinaan yang Ia derita. Buku doa Katolik Raccolta (disetujui dengan Keputusan 1854 dan diterbitkan oleh Tahta Suci pada tahun 1898) meliputi sejumlah doa tersebut.
Devosi kepada Hati Maria Tak Bernoda, kembali Santo Bernard dan abad ke-17 Santo Jean Eudes, memperoleh Persetujuan dan Buku Pertama dari devosi kepada Hati Yesus dan Maria. Pada 1830, visi dilaporkan Santa Catherine Laboure, yang memperkenalkan Medali Ajaib menggambarkan Hati Yesus ber-Mahkota Duri dan Hati Maria Ditusuk, memiliki dampak yang signifikan terhadap Pengabdian. Paus Pius XII mentahbiskan umat manusia untuk Hati Tak Bernoda pada 8 Desember 1942.
Devosi berbasis doktrin lainnya termasuk Immaculate Conception yang dinyatakan sebagai Dogma pada 1854 Pada abad ke-20 Saint Maximillian Kolbe mendorong Konsekrasi ke Immaculata, sebagian berdasar pada 1858, Pesan dari Our Lady of Lourdes.
Di antara banyak doa Katolik Roma dan devosi, Devosi Rosario dan spiritualitas, adalah salah satu doa yang paling menonjol dan paling sering dibacakan. Rosario secara luas ditekankan dalam ajaran Katolik Roma, misalnya buku Saint Louis de Montfort, banyak terdapat Rahasia Rosario, membahas pandangan agama dan Mistik dalam Rosario, dari berbagai perspektif. Skapular, meskipun mungkin awalnya dimulai sebagai suatu Pengabdian Kristosentris, pada akhir Abad Pertengahan diambil pada Nada Marian yang berbeda, sampai-sampai Ensiklopedi Abad Pertengahan menyebutnya "salah satu Devosi Marian Utama Kristen." Rosario dan Skapular telah didukung, didorong dan dihubungkan oleh sejumlah Tokoh Katolik, seperti paus, Orang-Orang Kudus dan kardinal dan janji-janji tertentu dan indulgensi telah dikaitkan dengannya. Ibadah Rosario dan Scapular, terus digalakkan bersama sebagai Ibadah Kunci Marian dalam abad ke-21.
Sejumlah ibadah melibatkan Penampakan Marian, misalnya Penampakan Utama yang diresmikan, seperti Our Lady of Guadalupe, Our Lady of Lourdes, Maria di Fatima atau Our Lady of Akita, serta banyak devosi daerah di seluruh benua dari Our Lady of Good Health di India untuk Our Lady of Lichen di Polandia. Devosi Marian lainnya, termasuk Sabtu Lima Pertama, Tujuh Kegembiraan Maria dan Tujuh Kedukaan Maria.


Renungan kepada Para Kudus

(Santo/Santa)


Dalam ajaran Katolik, Orang-Orang Kudus di Surga memiliki hubungan Abadi dengan manusia yang dapat memberikan kelimpahan untuk umat beriman. Katekismus Gereja Katolik (item 957) menyatakan:
"Hal ini tidak hanya dengan mencontoh bahwa kita menghargai Kenangan Mereka yang di Surga, kita mencari, bahwa dengan pengabdian ini, menjalankan Rahmat Persaudaraan Persatuan seluruh Anggota Tubuh Gereja dengan Gereja Kepala di Roma, dalam Roh, dapat diperkuat Tepat seperti Persekutuan Kristen, di antara sesama peziarah, membawa kita lebih dekat kepada Kristus, demikian Persekutuan kita dengan Orang-Orang kudus, Satu Dalam Kristus."
Devosi kepada Para Kudus, mungkin melibatkan doa-doa tertentu atau tindakan, seperti Penamaan sekolah (kecuali beberapa sekolah yang didirikan oleh yayasan, bukan Resmi oleh Gereja Katolik) dan murid-murid mereka. Beberapa devosi menjadi syafaat dari Orang-Orang Kudus, mengirim Petisi Khusus untuk Mereka.
Renungan untuk Saint Joseph termasuk Novena ke Saint Joseph dan Doa untuk Saint Joseph, serta Cord St Joseph. Medal Saint Joseph adalah Sakramental, diperkenalkan pada tahun 1971 untuk merayakan Ulang Tahun ke-100 dari Saint Joseph, dinyatakan Pelindung Gereja Universal. Skapular Saint Joseph, telah disetujui oleh Paus Leo XIII pada tahun 1893. Sejumlah ibadah dan adat istiadat ke Saint Joseph lokal, ada di seluruh dunia, misalnya daerah Alpine, Josephstragen (Jerman untuk Saint Joseph), berlangsung di 9 hari sebelum Natal. Sebuah Undang-Undang Saint Joseph, dilakukan antara 9 rumah dan pada Hari Pertama satu anak laki-laki berdoa kepadanya, pada hari kedua dua anak laki-laki berdoa, sampai 9 anak laki-laki berdoa di hari ke-9. Patungnya kemudian ditempatkan di dekat Palungan di Gereja kota pada malam Natal.
Renungan untuk Santo Mikhael, melibatkan Doa dan Novena Khusus untuk dia, Himne seperti Te Splendor serta Skapular St. Michael The Archangel dan Koronka Santo Mikhael. Doa untuk Santo Mikhael, juga merupakan doa yang populer disusun oleh Paus Leo XIII.
Renungan untuk Saint George, juga banyak dilakukan oleh umat Katolik, mengingat bahwa dia adalah salah satu dari Orang-Orang Kudus yang paling populer di kekristenan. Devosi Maskapai dan Gereja, dibangun dalam menghormatinya pada abad ke-6.
Berbagai macam ibadah lain untuk Para Kudus yang ada, misalnya Novena Grace, ditujukan kepada Santo Fransiskus Xaverius, sedangkan Cord Santo Fransiskus dikaitkan dengan Fransiskus dari Assisi.


Pelaksanaan Devosi lainnya


Berbagai pelaksanaan devosi lainnya, dapat ditemukan di kalangan umat Katolik. Contohnya, adalah penggunaan Altar di rumah. Praktek ini, kembali pada Kristen awal, digunakan untuk berdoa di rumah mereka, bahkan sebelum Gereja dibangun untuk ibadah umum. Dalam Rumah Altar, salib biasanya tergantung di dinding dan Gambar Yesus, Santa Perawan dan Orang-Orang Kudus dapat ditampilkan, bersama dengan Salinan Alkitab atau Sastra Ibadah lainnya.
Praktik-praktik devosi Katolik, begitu luas di tingkat lokal, bahwa umat Katolik di salah satu bagian dunia mungkin benar-benar menyadari praktik-praktik devosi lokal di sudut lain dunia. Misalnya, Devosi Kepada, dan Retablos, menggambarkan Santa Eduviges (Hedwig Polandia) di Meksiko, yang hampir tidak dikenal umat Katolik lainnya dan tetap relatif tak dikenal di luar Polandia. Bahkan, walaupun memiliki pengaruh Spanyol, asalnya. Banyak devosi yang dipraktekan di Meksiko, sekarang, cukup berbeda dari yang dipraktekkan di Spanyol asalnya.




Sumber


PAROKI St. Yohanes Bosco; BISHOP in Journal of Theological Studies (1906), 133; Römische Quartalschrift (1904), 13; PUNKES in Kirchenlex., s.v. Litanei; THILL in Pastor Bonus (1891), 217 sqq.; KELLNER, Heortologie (Freiburg, 1906), 143 sqq.; KRIEG in KRAUS, Real-Encyk., s.v. Litanei; BINTERIM, Denkwürdigkeiten, IV, I, 572 sqq.; Revue Bénédictine, III, 111; V, 152; SERARIUS, Litaneutici seu de litaniis libelli duo (Cologne, 1609); NEW ADVENT; dan dari berbagai sumber lainnya.
franstenggara@gmail.com
didedikasikan untuk Bunda kami
Copyright © 2014